Visual Stories: Tragedi Haringga Sirla, Saatnya Kekerasan di Sepak Bola Indonesia Diakhiri

Oleh Ario Yosia pada 29 Sep 2018, 11:04 WIB
Diperbarui 29 Sep 2018, 11:04 WIB
Visual Stories
Visual stories sepak bola Indonesia. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola sejatinya merupakan olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas baik di dalam dan luar lapangan. Slogan fair play didengungkan FIFA. Namun, pada kenyataannya olahraga paling populer sejagat ini kerap menjadi pemicu rivalitas panas hingga gesekan antarsuporter tim-tim yang berlaga di lapangan.

Rivalitas panas antar klub sebenarnya lumrah terjadi dalam dunia sepak bola. Beda dukungan sejatinya jadi roh permainan itu sendiri.

Penyebabnya pun beragam mulai dari urusan bisnis, politik, hingga fanatisme buta yang berlanjut ke lapangan hijau.

Di Indonesia, sejarah rivalitas panas antarklub biasanya berawal dari fanatisme buta yang memicu gesekan antarsuporter. Di era Liga Indonesia hingga Liga 1 puluhan orang meninggal dunia korban fanatisme berlebihan para fan.

Penyebab fanatisme buta itu pun sekadar karena gengsi, harga diri, dan cinta berlebihan pada klub kesayangan. Kasus terakhir menimpa Haringga Sirla, suporter Persija Jakarta yang tewas karena dikeroyok oknum suporter Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). Menyedihkan.

Rivalitas Persib dengan Persija sudah berlangsung lama. Mulai dari era perserikatan hingga kompetisi profesional saat ini. Permusuhan memanas seiring mencuatnya kelompok resmi pendukung, The Jakmania dan Viking Persib Club. Persaingan antarkedua klub bisa dibilang sudah kelewat batas.

Pertandingan yang digelar di Bandung atau Jakarta, bak menjadi sebuah neraka bagi tim yang berstatus sebagai tim tamu. Tak boleh ada suporter tamu hadir di stadion.

Simak ulasan kami dalam bentuk Visual Stories dengan mengklik tautan ini.