Filosofi Layang-Layang Jadi Cara Ketua The Jakmania Menuju Perdamaian dengan Suporter Persib

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 29 Sep 2018, 18:15 WIB
Diperbarui 29 Sep 2018, 18:15 WIB
Sepak Bola Indonesia Berbenah
Ketua The Jakmania, Ferry Indrasjarief, terus mengupayakan perdamaian dengan suporter Persib Bandung. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Ketua The Jakmania, Ferry Indrasjarief, terus melakukan kampanye damai kepada seluruh anggota-anggotanya. Namun, Ferry menegaskan ia tak ingin memaksakan semua anggota The Jakmania harus mengikuti keinginannya dan menggunakan filosofi layang-layang dalam upayanya tersebut.

Upaya perdamaian The Jakmania dan Viking serta bobotoh sudah dilakukan Ferry Indrasjarief sejak terpilih kembali menjadi Ketua The Jakmania pada awal 2017. Satu hal yang dilakukannya, menemui Heru Joko dan Yana Umar yang merupakan pentolan Viking di Bandung.

Namun, Ferry Indrasjarief mengakui tak mudah mengupayakan perdamaian di antara dua kelompok suporter tersebut karena begitu banyak kepala yang harus disadarkan mengenai pentingnya perdamaian.

Di tengah upaya damai tersebut, tewasnya anggota The Jakmania, Haringga Sirla, di Bandung (23/9/2018), seakan kembali menyurutkan perdamaian tersebut.

Hal tersebut tak membuat Ferry Indrasjarief menyerah. Pria yang karib disapa Bung Ferry itu tetap dengan pendiriannya untuk mengurangi kata-kata kebencian terhadap pendukung Persib sebagai bagian awal dari perdamaian. Namun, Ferry mengaku dirinya tidak bisa memaksa dengan keras agar semua anggotanya mengikutinya.

"Memimpin orang-orang itu sama halnya seperti bermain layang-layang. Kalau kita tarik terlalu keras, bisa putus. Kalau layang-layang itu putus dan tidak ada ikatan lagi, yang ada mereka akan melayang-layang tanpa arah. Mereka bisa lebih brutal. Lebih baik tarik dan ulur," ujar Ferry Indrasjarief.

"Ada hal yang bisa fokus kami perbaiki lebih dulu, tapi ada juga yang untuk sementara lebih baik kita diamkan terlebih dulu. Kenapa seperti itu? Karena memang saya lebih senang jika perdamaian itu datang dari kesadaran masing-masing anggota ketimbang saya harus memberi hukuman dan hukuman kepada anggota karena tidak mau berdamai," lanjutnya.

Ferry Indrasjarief optimistis perdamaian itu semakin dekat, melihat bagaimana anggota The Jakmania menyikapi insiden Haringga Sirla di Bandung. "Yang jelas tidak ada aksi balas dendam. Artinya sudah ada kesadaran setelah ada imbauan untuk tidak menyebarkan kebencian," ujarnya.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia