Skema Keikutsertaan Klub Indonesia di Kompetisi AFC Musim Depan Berubah

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 24 Okt 2018, 13:20 WIB
Logo AFC

Bola.com, Jakarta - Penurunan ranking Indonesia di Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) berimbas terhadap perubahan skema keikutsertaan klub Liga 1 2018 yang berlaga di kompetisi klub AFC pada 2019. Namun, jumlah klub Indonesia yang tampil di kompetisi Asia tersebut tidak berubah.

Indonesia mengalami penurunan peringkat dari posisi ke-21 menjadi 24. Jumlah poin koefisien Indonesia turun dari 20.372 menjadi 16.871.

Kepala Departemen Lisensi Klub PSSI, Tigor Shalomboboy, menegaskan penilaian dua tahunan yang dilakukan AFC membuat Indonesia mengalami perubahan skema.

"Indonesia mengalami penurunan karena peringkat di kompetisi klub AFC turun tiga peringkat. Untuk musim depan dan musim berikutnya, Indonesia tetap masih memiliki tiga slot, tapi ada perubahan skema, yaitu satu klub di fase kualifikasi Liga Champions Asia, satu klub di babak grup Piala AFC, dan satu klub di play-off Piala AFC," terang Tigor Shalomboboy, Rabu (24/10/2018). 

Tahun lalu Indonesia mendapatkan jatah satu klub di kualifikasi Liga Champions Asia 2018, yang diikuti oleh Bali United, dan dua klub di babak grup Piala AFC 2018, yang didapatkan Persija Jakarta dan hampir didapatkan oleh Madura United. Kegagalan Bali United lolos ke fase grup Liga Champions Asia 2018 membuat Madura United batal berkompetisi di level Asia.

Apa yang dialami Bali United di Liga Champions Asia musim ini, yang membuat Madura United gagal tampil di Piala AFC, juga bisa terjadi di musim ini.

Jika klub dengan lisensi klub profesional AFC yang ada di Liga 1 2018 gagal melewati babak penyisihan Liga Champions Asia 2019, maka klub tersebut akan turun ke Piala AFC 2019. Alhasil, hanya dua klub teratas di Liga 1 2018 dengan lisensi klub profesional AFC yang berhak tampil di kompetisi kasta kedua Asia itu.

"Kalau memang gagal di Liga Champions Asia, maka hanya dua klub yang masuk di Piala AFC. Secara sistem tidak ada yang berbeda dari musim lalu, hanya saja slot memulai kompetisi yang berbeda. Jika tahun lalu gambarannya adalah 1+2, karena klub Indonesia tidak perlu ikut play-off Piala AFC, dan kini mengalami penurunan berubah menjadi 1+1+1," ujar Tigor Shalomboboy.