Mendapat Hinaan Suporter PSMS, Ini Respons Kiper Madura United

Oleh Aditya Wany pada 17 Nov 2018, 21:25 WIB
Diperbarui 17 Nov 2018, 21:25 WIB
Satria Tama
Kiper Madura United, Satria Tama, saat melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis, (07/6/2018). Bhayangkara FC menang 1-0 atas Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Medan - Satria Tama mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat Madura United melawat ke markas PSMS Medan. Oknum suporter tuan rumah menyanyikan lagu bernada kasar yang ditujukan kepada kiper Madura United saat duel kedua tim di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (17/11/2018).

Insiden itu terjadi pada menit ke-71 pertandingan. Nyanyian dengan lirik kurang pantas terdengar di stadion itu. Alhasil, wasit menghentikan untuk sementara pertandingan sebelum akhirnya dilanjutkan.

Satria memberikan responsnya mengenai kejadian yang menimpanya itu. Dia merasa tidak terlalu peduli dengan apa yang dialaminya dan enggan berpolemik dengan hal ini.

"Soal nyanyian yang diutarakan suporter PSMS, bagi saya tidak masalah, itu hak mereka. Yang terpenting, saya tidak melakukan hal rasis atau negatif kepada mereka. Kalau mereka menghina, nanti ada hukuman, dan ada pihak saja akan menilai," ujar mantan kiper Timnas Indonesia U-22 itu.

Di laga melawan PSMS ini, Satria sempat tampil apik menjaga gawang Madura United tidak kebobolan di babak pertama. Namun, dia terpaksa tiga kali memungut bola dari gawang pada babak kedua.

Kemungkinan, nyanyian suporter PSMS itu dimaksudkan untuk meledek penampilan Satria. Sebab, momen itu lahir setelah tiga gol bersarang ke gawang mantan kiper Persegres Gresik United itu.

"Saya terkejut kami babak pertama unggul 3-0, tapi kami terlalu gampang kebobolan di 15 menit awal babak kedua dengan tiga gol. Tapi, kami harus tetap syukuri hasil ini, semoga ke depan Madura United bisa lebih baik," ucapnya.