David da Silva Dapat Tawaran dari Klub Malaysia dan Thailand

Oleh Aditya Wany pada 28 Nov 2018, 15:45 WIB
David da Silva (Persebaya Surabaya)

Bola.com, Surabaya - Kontrak David da Silva bersama Persebaya akan tuntas pada akhir musim ini. Sampai sekarang, striker asal Brasil itu masih belum menemui kesepakatan perpanjangan kontrak dengan Persebaya.

Statusnya sebagai top scorer sementara Gojek Liga 1 bersama Bukalapak membuat David menjadi buruan banyak klub. Sejauh ini dia mencetak 20 gol dalam 21 penampilan selama musim ini.

Tak hanya sesama klub Indonesia, bahkan klub Malaysia dan Thailand juga mengincarnya untuk bergabung pada musim depan. Hal itu disampaikan Antonio Teles, agen David da Silva.

"Jujur, banyak sekali yang minat mendatangkan David. Ada dari Indonesia, Malaysia, Thailand juga. Mereka tahu kalau ada pemain top scorer di sini, tim-tim Malaysia dan Thailand pasti akan memburu," kata Antonio kepada Bola.com.

Antonio mengklaim Persebaya sudah menyatakan ingin mempertahankan David. Di sisi lain, David juga ingin kembali membela Bajul Ijo musim depan. Namun, semua itu masih sebatas lisan, belum ada perpanjangan kontrak secara resmi.

"Jadi, kami sudah ada pertemuan dengan manajemen Persebaya, mereka ingin David tetap di sini. Cuma kami belum ada kesepakatan kontrak. Itu yang masih kami bicarakan,” imbuh Antonio.

Antonio tentu sangat paham dengan sepak bola Indonesia. Pria berusia 36 tahun itu sudah malang melintang di kompetisi Indonesia dengan bersama beberapa klub, terakhir membela Persib Balikpapan di TSC 2016.

Itulah mengapa, dia ingin memastikan David mendapatkan opsi yang terbaik di musim 2019. Satu di antara yang menjadi pertimbangan adalah faktor kenyamanan keluarga David, mengingat dia membawa serta istri dan anaknya ke Indonesia.

"Dua pihak ingin tetap di Persebaya. Tapi, harus tahu, David sudah berusia 29 tahun dan punya keluarga. Dia mencari uang di sepak bola dan harus pikirkan masa depan," ucap Antonio.

"Kalau memang punya tawaran dari luar yang jauh lebih bagus dari Indonesia, kami tidak bisa apa-apa dan kami lanjut ke sana. Kalau di sini (Indonesia) ada yang mendekati, saya berusaha untuk membuat dia tetap di Indonesia," imbuhnya.