Menguak Identitas 5 Jagoan Match Fixing Asing di Kompetisi Indonesia

Oleh Ario Yosia pada 30 Nov 2018, 10:15 WIB
Diperbarui 30 Nov 2018, 10:15 WIB
Persija Jakarta Vs Sriwijaya FC
Bek Persija Jakarta, Maman Abdurahman, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Sriwijaya FC pada laga Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Sabtu (24/11). Persija menang 3-2 atas Sriwijaya. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Tak berhenti buka-bukaan di acara talkshow Mata Nazwa, Bambang Suryo kembali angkat bicara soal pengaturan pertandingan yang masih marak mewarnai sepak bola Indonesia. Mantan runner match fixing ini menyebut bandar yang ikut bermain di sepak bola Indonesia tak sekadar dari dalam negeri.

"Jangan salah, dari luar banyak sekali yang ikut main di sini," ujar Bambang Suryo.

"Jadi, bukan orang-orang dari dalam negeri saja. Orang luar ada banyak yang ikut bermain," sambungnya.

Menurut pria yang karib disapa BS ini, ada sejumlah negara yang bandarnya ikut berkecimpung dalam skandal pengaturan skor di Indonesia. Orang-orang ini, menurut pria yang saat ini menjadi Manajer Metro FC tersebut, paling banyak berasal dari Malaysia dan Singapura.

"Selain dari dua negara tersebut, saat ini masuk juga pemain dari Kamboja dan Eropa," tuturnya.

Pernyataan BS, yang menyebut ada 'pemain asing' dalam pengaturan skor di Indonesia, senada dengan data yang didapat dari salah satu sumber Bola.net.

Dalam file berformat xls ini, terdapat nama sejumlah pengatur skor asal luar negeri yang ikut bermain di kompetisi dalam negeri.

Dalam file yang didapat Bola.net beberapa waktu lampau ini, ada lima nama pengatur pertandingan yang kerap beroperasi di Indonesia. Mereka adalah Jimmy Ruslan (Malaysia), Michael (Malaysia), Don (Singapura), DAS (Malaysia), dan Zha (China). Selain mereka berlima, ditengarai ada banyak lagi 'pemain asing' yang terlibat.

BS mengakui nama-nama dalam file ini sebagai orang-orang yang biasa ikut mengatur pertandingan di Indonesia. Namun, ia menyebut ada beberapa yang mengubah identitasnya karena kiprahnya sudah mulai terendus.

"Don misalnya. Ia saat ini kerap menyebut dirinya sebagai Rudy atau Salim," ungkap BS.

Sementara itu, terkait pengatur skor asal Kamboja yang baru masuk ke kancah sepak bola Indonesia, BS sempat diundang untuk bertemu pada awal tahun ini. Namun, ia mengaku menolak tawaran kerja sama dari bandar ini.

"Saya beri ia nomor telepon seseorang. Namun, beberapa saat kemudian, yang nongol justru si 'Sontoloyo'," katanya.

Sontoloyo yang dimaksud Bambang Suryo adalah sosok Sigit Waluyo yang ia buka identitasnya di Mata Nazwa sebagai pemain kakap match fixing di Indonesia.

Lebih lanjut, BS menyebut, kendati banyak 'pemain asing' yang terlibat dalam pengaturan skor di Indonesia, mereka sejatinya bukan bandar. Mereka, sambungnya, hanya kaki tangan dari seorang bandar besar.

"Namanya Toni. Ia orang Singapura.Mengapa ia menurunkan banyak kaki tangan di sepak bola Indonesia? Karena pertandingan ada banyak," ungkap Bambang Suryo.

Sumber: Bola.net

 

Kiper Persita Tangerang, Annas Fitrianto Tetap Bugar Jelang Kembalinya Shopee Liga 1 2020