Manajer Madura FC Meluruskan Maksud Pertandingan Dugaan Suap

Oleh Aditya Wany pada 30 Nov 2018, 20:45 WIB
Diperbarui 30 Nov 2018, 20:45 WIB
Pengaturan Skor
Illustrasi pengaturan skor. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Bangkalan - Januar Herwanto sedang menjadi sorotan publik usai membongkar adanya dugaan suap di acara Mata Najwa, Rabu (28/11/2018). Manajer Madura FC itu mengaku pernah diminta mengalah saat bertandang ke markas PSS Sleman. 

Masalahnya, beberapa media telah menulis bahwa pertandingan yang dimaksud adalah babak 8 besar yang berakhir 1-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman (6/11/2018). Padahal, Januar secara gambang menyebutkan pertandingan yang dimaksud adalah babak penyisihan. 

Pada Liga 2 2018, Madura FC dan PSS bertemu sebanyak empat kali, dua kali di babak penyisihan Grup Timur, dan dua kali di babak 8 besar. Januar meluruskan bahwa pertandingan yang dimaksud adalah putaran pertama babak penyisihan pada 2 Mei 2018. 

“Itu kan sudah saya sampaikan di Mata Najwa bahwa ada yang telepon saat babak penyisihan di Sleman. Saat itu, kami (Madura FC) akhirnya berhasil menang 2-1. Bukan yang babak 8 besar,” kata Januar saat dihubung oleh Bola.com, Jumat (30/11/2018). 

Pada laga itu, Madura FC memang berhasil mencuri poin penuh usai menang 2-1. Pertandingan inilah yang dimaksud oleh Januar. 

Sebelum pertandingan, dia mengaku dihubungi oleh Exco PSSI, Hidayat, dan diminta untuk mengalah dari PSS. Sebagai ganti, PSS akan mengalah saat bertandang ke Sumenep di babak penyisihan grup pula. Namun, Januar dengan tegas menolak. 

“Kalau itu (babak 8 besar) pertandingannya dramatis sekali. Sampai melakukan pergantian wasit juga. Terus golnya juga sesuai rekaman tertangkap off-side. Tapi, yang saya maksud bukan pertandingan ini, yang babak penyisihan,” imbuhnya. 

Sebelumnya, manajer PSS Sleman, Sismantoro berang mendengar pernyataaan dari Januar karena telah membawa nama klubnya. Dia bahkan menantang Januar untuk bertemu dan membuktikan semua hal itu.