Cerita Kiper Persela Pernah Dicoba Disuap oleh Mafia

Oleh Aditya Wany pada 01 Des 2018, 20:20 WIB
Dwi Kuswanto

Bola.com, Lamongan - Kasus dugaan pengaturan skor di Liga 2 kini sedang hangat menjadi perbincangan. Terutama, pertandingan yang melibatkan PSS Sleman dan Madura FC yang diduga berusaha untuk diatur sebelum pertandingan.

Kiper Persela, Dwi Kuswanto, mengaku pernah mendapat tawaran untuk mengalah saat timnya melawat ke kandang calon lawannya. Namun, dia enggan menyebut pertandingan apa dan siapa pihak yang berusaha menyuapnya. 

“Pernah ada orang yang meminta saya untuk membuat tim lawan bisa mencetak gol. Saya menolak keras itu. Saya bilang kepada orangnya, sepak bola Indonesia ini sudah buruk masak semakin dirusak oleh hal-hal seperti ini,” kata pria yang akrab disapa Dwikus itu kepada Bola.com setelah pertandingan Persela kontra Persib Bandung di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu sore (1/12/2018). 

Pemain kelahiran Sidoarjo itu terkejut mendengar skandal pengaturan skor yang kini sedang mencuat. Sebagai salah satu pemain senior di Persela, dia juga tidak ingin sepak bola Indonesia dinodai oleh hal-hal seperti ini. 

“Saya cukup prihatin melihat pertandingan Liga 2 dan Liga 3 katanya ada usaha pengaturan skor. Saya di Persela fokus saja untuk tim. Saya berharap Persela juga tidak mengikuti hal-hal seperti itu,” imbuh pria berusia 33 tahun itu. 

Dwikus merupakan kiper yang malang melintang dalam sepak bola Indonesia. Dia pernah membela lima klub yang berbeda sebelum menjadi penjaga gawang andalan Persela. Di antaranya adalah Persibo Bojonegoro, Deltras Sidoarjo, Persiwa Wamena, Persatu Tuban, dan Arema FC.

Dia juga membela Persela dalam dua periode yang berbeda. Sebelum musim ini, dia pernah menjadi kiper pelapis bagi (almarhum) Choirul Huda pada TSC 2016. Amanah dari Hudah juga membuatnya berusaha untuk tetap menjadi kiper yang tidak main-main dengan suap. 

“Saya dulu mendapat amanah dari almarhum untuk kembali ke Persela. Makanya, saya tidak macam-macam. Selama ini, di Persela semuanya juga selalu aman. Gaji pemain selalu lancar, disuport oleh manajemen yang bagus, jadi kami juga bermain dengan baik,” tutupnya.