Alasan Madura United Kembali ke Pamekasan saat Menjamu Persela

Oleh Aditya Wany pada 03 Des 2018, 17:30 WIB
Milad Zeneyedpour (Madura United)

Bola.com, Pamekasan - Madura United memutuskan kembali menggunakan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (GRP), Pamekasan, pada laga pamungkas Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Mereka akan menjamu Persela Lamongan pada 8 Desember. 

Dalam tiga laga kandang sebelumnya, klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu menggunakan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) sebagai venue pertandingan. Jika dijumlah, total ada empat laga kandang Madura United menggunakan stadion tersebut, termasuk menjamu Bali United (3/6/2018). 

Manajer Madura United, Haruna Soemitro menuturkan, perpindahan venue itu sudah termasuk dalam rencana pada awal musim. Sejak awal, klubnya juga telah mendaftarkan dua stadion di Pulau Madura itu sebagai markasnya. 

“Ini kami kembali ke markas Pamekasan, bukan pindah. Semua sudah masuk rencana sejak awal musim bahwa beberapa pertandingan sebagian juga dilaksanakan di Bangkalan. Jadi, bukan karena alasan tertentu,” kata Haruna kepada Bola.com, Senin (3/12/2018). 

Musim ini, total Madura United melakoni 17 pertandingan kandang dengan 13 di antaranya diselenggarakan di Stadion GRP. Haruna menuturkan bahwa sebenarnya, pihaknya ingin sepertiga dari total laga kandang digelar di Bangkalan. 

Sayangnya, hanya empat di antaranya atau tidak sampai seperempat dari total laga kandang yang diselenggarakan di Bangkalan. Makanya, beberapa pertimbangan menjadi landasan penentuan pembangian venue di dua stadion itu. 

“Tadinya kami ingin sepertiga dari total pertandingan kandang memang berada di Bangkalan. Setelah dihitung, biayanya lebih tinggi di Bangkalan daripada Pamekasan. Pada laga terakhir ini, kami kembali ke Pamekasan,” imbuh mantan ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu. 

Laga yang mempertemukan Madura United dan Persela ini memberi banyak pengaruh. Madura United di peringkat ke-11 (45 poin) sudah kehilangan kans juara atau zona Asia. Sementara Persela yang menduduki posisi ke-13 (43 poin) juga sudah terhindar dari ancaman degradasi.