Liga 3: Alasan Persik Ngotot Jadi Tuan Rumah 8 Besar

Oleh Gatot Susetyo pada 12 Des 2018, 08:45 WIB
Diperbarui 12 Des 2018, 08:45 WIB
Persikmania
Suporter Persik Kediri, Persikmania. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Kediri - Ada tiga alasan kuat jadi pemicu manajemen Persik berambisi jadi tuan rumah babak 8 Besar Liga 3 2018 yang akan digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, 16-22 Desember 2018.

Faktor tuan rumah dianggap sangat menguntungkan Persik. Secara moral anak asuh Alfiat akan mempunyai motivasi ganda di permainan karena mereka tampil di hadapan ribuan pendukung fanatiknya, Persikmania.

Kedigdayaan Tim Macan Putih telah dibuktikan saat jadi tuan rumah babak 32 dan 16 besar tanpa tersentuh kekalahan. Dari penampilan di dua fase tersebut, Septian Satria Bagaskara dkk. mengoleksi 13 gol dan sekali kebobolan atas Persinga Ngawi 2-1 di putaran 16 besar.

"Grafik tim terus meningkat pada tiap babak yang telah dijalani. Ada penurunan sedikit saat melawan Persinga. Penyebabnya, pemain terbebani sehingga mereka tak bisa main lepas. Semoga di 8 besar nanti mereka tak tegang," kata Alfiat, pelatih Persik.

Dengan main di kandang, Persik ingin merayakan naik kasta Liga 2 bersama Persikmania. Selama ini kalangan fans setia mendukung perjuangan tim idolanya, baik saat Persik berjaya maupun terpuruk.

Jadi, wajar Persik tak bisa dipisahkan dengan Persikmania. Pemain mengaku terbakar adrenalinnya ketika bertanding diiringi yel suporter dari tribune penonton.

"Saat Persik jadi juara 2003 dan 2006, saya sangat terobsesi bisa jadi pemain di klub ini. Saya ingin main dan dilihat ribuan penonton. Sekarang cita-cita saya terwujud," ucap Septian Satria Bagaskara, striker Persik.

Ketika pemain yang pernah terpilih program Manchester United Training Camp di Old Trafford ini bergabung saat Persik tampil di kasta terendah sepak bola Indonesia, Liga 3.

"Saya kagum dengan Persikmania. Kesetiaan mereka luar biasa. Saat Persik jaya, saya masih belajar main bola. Saya menyaksikan dukungan ribuan suporter di stadion. Kini Persik di Liga 3, tapi mereka tetap hadir di tribune penonton. Persikmania jadi motivasi kami naik ke Liga 2," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Faktor Pendapatan

Kehadiran puluhan ribu penonton ternyata membulatkan tekad manajemen Persik membidik tuan rumah 8 besar. Pendapatan kocek ratusan juta rupiah dari tiket penonton pada babak 32 dan 16 besar membuat Persik ngiler.

Ketua Panpel Persik, Tri Widodo, menyebutkan dari putaran 32 besar bisa meraup pemasukan kotor Rp368 juta. Khusus Persik menjamu Persinga di babak 16 besar, panpel mengantongi Rp194 juta.

"Saya nilai animo penonton luar biasa untuk pertandingan sekelas Liga 3. Kami terima kasih kepada suporter yang membantu Persik dengan datang langsung ke stadion," tutur Tri Widodo.

Memasuki fase krusial 8 besar, Tri Widodo optimistis antusiasme dukungan suporter akan lebih besar lagi.

"Jika Tuhan menghendaki, Insyaallah pemasukan kami akan lebih banyak lagi di babak ini. Target kami bisa dapat Rp400 juta. Faktor pemasukan besar itu memicu kami mengajukan tuan rumah lagi. Apalagi ini babak penentuan yang akan menyajikan partai-partai bermutu," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Half Time Show, Pandemi Covid-19 Mencabut Nyawa Sepak Bola Indonesia