Kinerja Wasit Masih Jadi Problem di Kompetisi Indonesia

Oleh Vincentius Atmaja pada 15 Des 2018, 08:45 WIB
Diperbarui 17 Des 2018, 06:15 WIB
Persija Vs Mitra Kukar

Bola.com, Solo - Kompetisi sepak bola Indonesia untuk Liga 1 dan 2 musim 2018 telah usai. Persija Jakarta menjadi raja di kasta tertinggi, sementara PSS Sleman keluar sebagai kampiun di level kedua.

Meski persaingan kompetisi sudah berakhir, tampaknya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan PSSI sebagai induk sepak bola demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Secara khusus, pelaksanaan Liga 1 cukup mendapat apresiasi di musim ini. Persaingan antartim peserta sengit sejak awal hingga akhir kompetisi.

Tidak hanya persaingan memperebutkan gelar juara antara Persija dan PSM Makassar, yang harus ditentukan pada pekan terakhir, tiga tim yang masuk jurang degradasi juga mengalami hal sama.

Kepastian PSMS Medan, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC turun kasta ke Liga 2 juga baru ditentukan di pertandingan pamungkas.

Pengamat sepak bola Indonesia asal Solo, Aris Budi Sulistyo, memberikan pendapatnya perihal kompetisi musim 2018.

"Kompetisi sepak bola Indonesia sudah bagus secara persaingan antartim peserta. Tradisi tim tuan rumah selalu menang kini sudah berlalu. Seperti contohnya PS Tira kemarin yang luar biasa, menang di kandang Borneo FC, ini bagus," kata Aris Budi kepada Bola.com, Jumat (14/12/2018).

Hanya, tugas perangkat pertandingan masih sangat memprihatikan. Menurutnya, dari tahun ke tahun problem kinerja wasit masih saja terulang.

Aris Budi menyoroti pada ketidaktegasan wasit setiap memimpin pertandingan. Pelanggaran yang keras hanya dibiarkan, wasit disentuh bahkan didorong pemain juga dianggap sepele.

 

 

2 of 2

Peran Wasit

Itulah mengapa, mantan pelatih Persis Solo dan Persik Kediri ini menilai peran wasit lokal bakal berdampak pada adaptasi Timnas Indonesia ketika berlaga di ajang internasional.

Pasalnya, selain taktik dan strategi permainan tim, perilaku yang bersinggungan dengan korps baju hitam juga berpengaruh besar.

"Agar timnas bisa bicara di level internasional, kompetisi Indonesia, terutama di Liga 1, juga harus didesain layaknya kompetisi antarnegara. Bagaimana bisa maju, wasit saja tidak punya vanishing spray untuk memastikan jarak penendang dengan pagar betis. Apalagi harus menggunakan teknologi VAR, ini jadi pekerjaan yang besar bagi PSSI," tutur Aris Budi.

Lanjutkan Membaca ↓