Eks Pemain Timnas Indonesia Minta PSSI Belajar dari Vietnam

Oleh Vincentius Atmaja pada 16 Des 2018, 21:30 WIB
Diperbarui 16 Des 2018, 21:30 WIB
Timnas Vietnam
Timnas Vietnam seusai leg pertama final Piala AFF 2018 melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur (11/12/2018). (AFP/Mohd. Rasfan)

Bola.com, Solo - Timnas Vietnam meraih gelar juara Piala AFF 2018 setelah mengalahkan Malaysia lewat agregat 3-2. Kemenangan tipis 1-0 atas Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu (14/12/2018), membuat Vietnam kini mengoleksi dua gelar Piala AFF sejak digelar pada 1996 silam.

Dengan menjuarai Piala AFF, Vietnam melengkapi daftar negara-negara tradisi kuat di level Asia Tenggara. Selain Vietnam dengan dua gelarnya, Thailand tercatat sebagai negara dengan koleksi paling banyak yakni lima gelar juara. Disusul Singapura dengan empat trofi, dan Malaysia satu kali juara.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Prestasi Timnas Merah-putih sejauh ini lima kali tampil di final Piala AFF. Bila pada Piala AFF 2016 keluar sebagai runner-up, tahun ini Indonesia gagal di babak penyisihan grup. Sementara Vietnam yang dikalahkan Indonesia pada semifinal Piala AFF dua tahun lalu, justru bangkit.

Mantan pemain Timnas Indonesia di era 1990-an, Agung Setyabudi memuji perkembangan sepak bola di Vietnam. Pria yang juga pernah menjadi kapten di Timnas itu menyebut ada perbedaan secara mental antara orang Vietnam dan Indonesia ketika membawa nama negara.

"Setahu saya Vietnam mewajibkan penduduknya untuk wajib militer sejak belia. Dengan begitu, rasa memiliki negara luar biasa besar. Main di klub memang untuk mencari uang, tapi ketika dengan seragam Timnas, ya apapun bakal dikorbankan," katanya kepada Bola.com, Minggu (16/12/2018).

Mantan pemain PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya ini berharap PSSI berbenah total. Menurutnya, Vietnam sangat sesuai sebagai role model bagi Timnas Indonesia karena memiliki skuat tanpa naturalisasi.

"Jangan malu belajar ke Vietnam, secara keseluruhan ya PSSI. Bukan hanya pemain, dan pelatihnya saja berkarier ke sana. Tapi pengurusnya juga, pergi ke Vietnam atau Thailand, pelajari apa yang membuat mereka bisa sangat maju sepak bolanya sekarang," tandas pria asli Solo ini.