Mantan Pemain Timnas Indonesia Bela Rochi Putiray soal Sindiran untuk Persija

Oleh Vincentius Atmaja pada 17 Des 2018, 08:15 WIB
Diperbarui 17 Des 2018, 08:15 WIB
Grand Final Futsal Battle
Mantan striker Timnas Indonesia, Rochy Putiray, bersiap tampil pada Grand Final Futsal Battle di Mall Taman Anggrek, Jakarta, Minggu (14/10). Acara kompetisi futsal tahunan ini berlangsung meriah. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Solo - Legenda Timnas Indonesia, Rochi Putiray secara kontroversial menyebut gelar juara Persija Jakarta sudah diatur. Tim Macan Kemayoran Persija Jakarta keluar sebagai juara Liga 1 2018 setelah memenangi persaingan dari PSM Makassar.

Tim kebanggaan The Jakmania unggul satu poin di klasemen akhir dari PSM. Penentuan gelar juara bagi Persija musim ini juga sangat sengit. Anak asuh Stefano Teco baru bisa mengudeta posisi PSM pada dua pekan terakhir. Sebelumnya, kedua tim saling susul di posisi puncak klasemen.

Sebelum Persija menyegel gelar juara musim ini, Rochi sempat berujar bahwa Persija yang bakal keluar sebagai juara. Bahkan pria yang juga mantan pemain Persija ini berani bertaruh bahwa mantan klubnya sudah diatur. Meski mendapat cibiran, terutama dari orang-orang di Persija Jakarta, Rochi ternyata mendapat pembelaan.

Adalah mantan rekan setimnya di level Timnas Indonesia maupun klub Arseto Solo, yakni Agung Setyabudi. Dua eks jebolan program PSSI Garuda ini punya pendapat yang sama terkait permainan kotor di sepak bola Indonesia, termasuk pesanan untuk bisa menjadi juara Liga.

"Saya setuju apa yang dikatakan Rochi. Dia juga teman saya dan terus terang saya juga sangat prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia. Faktanya memang demikian, sudah bobrok di semua lini, parah," terang Agung Setyabudi, Minggu (16/12/2018).

Agung berharap persepakbolaan Indonesia segera sembuh dari berbagai problem yang menjangkiti. Dirinya mengatakan praktik-praktik kotor sepak bola Indonesia memang sulit dibuktikan, tetapi sangat dapat dirasakan.

"Kuncinya ada pada kejujuran setiap insan di lingkungan sepak bola Indonesia kalau memang mau menginginkan perubahan yang lebih baik. Terutama yang ada di PSSI, kalau tidak bisa ya tidak akan maju," tandasnya.