3 Transfer Liga 1 2018 yang Tidak Sesuai Ekspektasi

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 19 Des 2018, 09:45 WIB
Logo Liga 1 GoJek

Bola.com, Jakarta - Gojek Liga 1 bersama Bukalapak 2018 telah berakhir dengan melahirkan banyak kejutan. Ada pemain debutan yang tampil cemerlang, namun ada juga bintang-bintang yang diprediksi bersinar tapi ternyata meredup. Tak sedikit pemain yang cemerlang pada musim lalu, mendapatkan klub baru, tapi ternyata di Liga 1 2018 justru tidak memenuhi ekspektasi.

Persija menjadi juara Liga 1 2018. Dengan banyak pemain baru seperti Marko Simic dan Riko Simanjuntak, Macan Kemayoran mampu menjaga konsistensi sehingga menjadi klub terbaik pada akhir musim.

Selain Marko Simic dan Riko Simanjuntak, banyak pemain yang memiliki klub baru di Liga 1 2018, seperti Aleksandar Rakic, David da Silva, dan Bruno Silva.

Tak sedikit pula pemain yang punya statistik bagus pada musim sebelumnya, tapi tidak mampu mengulanginya pada tahun ini.

Terdegradasinya Mitra Kukar dan Sriwijaya FC, selain PSMS Medan, membuktikan tim yang sudah bertahun-tahun berada di kasta tertinggi bisa merosot tajam dan terbuang ke kasta kedua.

Posisi Bali United dan Persipura Jayapura yang finis di posisi ke-11 dan 12 di akhir musim juga membuktikan kualitas pemain dan tim bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi sebuah tim besar bisa mengulang prestasi dengan mudah.

Kali ini Bola.com membahas pemain-pemain yang berganti klub di Liga 1 2018 dan diprediksi cemerlang, tapi pada akhirnya tak memenuhi ekspektasi. 

2 of 4

Ilija Spasojevic

Marko Simic, Ilija Spasojevic, Pinal Piala Presiden 2018
Ilija Spasojevic adalah pemain sepak bola asal Montenegro berkewarganegaraan Indonesia yang bermain di Liga 1 untuk klub Bali United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ilija Spasojevic bergabung dengan Bali United setelah membantu Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017. Kontribusi Spasojevic bersama Bhayangkara FC sangat besar. Setelah bergabung di tengah musim pemain naturalisasi itu berhasil mencetak 13 gol.

Spasojevic merupakan hot property pada bursa transfer jelang Liga 1 2018. Keputusannya bergabung bersama Bali United membuat tim yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, itu digadang-gadang bisa menjadi kandidat juara setelah di Liga 1 2017 finis sebagai runner-up.

Penampilan Spasojevic di awal musim cukup meyakinkan. Memperkuat Bali United di kompetisi Asia, pemain kelahiran Montenegro itu langsung mencetak empat gol, masing-masing dua di Kualifikasi Liga Champions Asia dan Piala AFC 2018.

Namun, sayangnya performa Spasojevic di kompetisi AFC tak menular ke Liga 1 2018. Tercatat di putaran pertama Spasojevic hanya mencetak tiga gol untuk Bali United.

Bali United akhirnya mendatangkan Melvin Platje di awal putaran kedua, serta melepas Milos Krkotic yang kurang maksimal. Platje diproyeksi menjadi tandem Spasojevic di lini depan.

Spasojevic tercatat memiliki raihan dua kali lipat di putaran kedua Liga 1 2018 jika dibandingkan dengan putaran pertama. Spasojevic total mengemas sembilan gol dalam 28 pertandingan bersama Bali United di Liga 1 2018.

Sayangnya, raihan tersebut tak memenuhi ekspektasi Bali United yang merekrutnya untuk menjadi mesin gol. Justru Platje yang datang di awal putaran kedua berhasil mencetak 10 gol.

3 of 4

Yoo Jae Hoon

Mitra Kukar, Gojek Liga 1 Bersama Bukalapak, Bola.com
Kiper Mitra Kukar, Yoo Jae-Hoon saat melawan Persib Bandung pada laga Liga 1 Indonesia di GBLA, (8/4/2018). (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Yoo Jae Hoon datang ke Mitra Kukar di awal musim 2018 setelah didahului dengan perpisahan yang mengharukan bersama Persipura Jayapura. Berseragam Persipura sejak 2010, keputusan kiper asal Korea Selatan itu meninggalkan Mutiara Hitam mengundang keharuan.

Kepindahannya ke Mitra Kukar menghidupkan harapan bagi klub Kalimantan Timur itu. Dengan benteng yang kuat di bawah mistar gawang, plus kedatangan pelatih asal Spanyol, Rafael Berges, dan dua pemain asing asal Eropa, Danny Guthrie dan Fernando Rodriguez Ortega, Mitra Kukar langsung menargetkan finis di posisi papan atas klasemen Liga 1 2018.

Namun, Mitra Kukar justru terdegradasi ke Liga 2 pada akhir musim. Bahkan, harapan melihat gawang Mitra Kukar aman tak terwujud. Yoo Jae Hoon tercatat hanya tampil dalam 17 laga sepanjang musim, berbagi tempat dengan Gerri Mandagi.

Ketika masih berseragam Persipura pada Liga 1 2018, Yoo Jae Hoon tercatat kebobolan 37 kali dalam 34 penampilannya bersama Mutiara Hitam. Sementara di Mitra Kukar, Yoo Jae Hoon kebobolan 30 gol dalam 17 penampilannya.

4 of 4

Addison Alves

Addison Alves, Persipura Jayapura
Pemain Persipura Jayapura, Addison Alves. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Striker asal Brasil ini menjadi pemain yang mengemas 17 gol bersama Persipura Jayapura pada Liga 1 2017. Raihan tersebut membuat Addison Alves menjadi pemain asing yang diprediksi mampu bersinar di Liga 1 2018, terutama karena Persija Jakarta merekrutnya.

Namun, kehadiran Marko Simic sebagai striker baru di Persija Jakarta menggeser posisi Addison Alves. Pemain berusia 37 tahun itu tergeser ke bangku cadangan atau bermain sebagai starter tapi diletakkan di posisi penyerang sayap yang tidak begitu sesuai karena usianya yang tak lagi muda.

Addison Alves hanya bertahan selama setengah musim bersama Persija. Pemain yang pernah memperkuat Persela Lamongan itu hanya menorehkan tiga gol bagi Persija, termasuk dua gol di Piala AFC 2018.

Addison menjadi satu dari enam pemain yang dilepas Persija di pertengahan musim. Sang pemain kembali ke Persipura. Addison langsung menjadi pilihan utama selama tujuh pertandingan pertamanya bersama Persipura dan tampil selama 90 menit penuh.

Namun, dalam total 16 pertandingannya bersama Persipura di putaran kedua Liga 1 2018, Addison hanya mengemas lima gol. Sang pemain tak berhasil mengulangi kegemilangan seperti yang dirasakannya pada musim 2017.

Lanjutkan Membaca ↓