2 Jam Lamanya Aremania di Polres Kota Malang, Melaporkan Koordinator SOS

Oleh Iwan Setiawan pada 22 Des 2018, 15:15 WIB
Diperbarui 22 Des 2018, 15:15 WIB
Aremania
Aremania yang diwakili Achmad Ghozali, Lukman, Cak No, Handi Kristanto, dan Bambang Suliswanto melapor ke Polres Kota Malang, Sabtu (22/12/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kelompok suporter Arema, Aremania, membuktikan ancamannya untuk melaporkan koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, ke pihak Kepolisian. Pada Sabtu pagi (22/12/2018), empat perwakilan Aremania melaporkan Akmal ke Polres Kota Malang.

Mereka menyatakan ada pencemaran nama baik Arema dan CEO Arema, Iwan Budianto, yang dilakukan Akmal dalam sebuah acara diskusi di Graha Pena, Surabaya, pada 17 Desember 2018

Ada pernyataan anggapan Arema dibantu orang dalam untuk bangkit dari papan bawah, yakni Iwan Budianto, yang juga menjabat sebagai Kepala Staff Ketua Umum PSSI.

"Kami sudah laporkan ke Polres Kota Malang. Kurang lebih dua jam kami bertemu penyidik untuk memberikan laporan," jelas Achmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan.

Setelah memberikan bukti dari pemberitaan media dan rekaman wawancara Akmal, kepolisian mengaku hal itu sudah bisa diproses.

Namun, akan lebih kuat jika manajemen Arema yang memiliki badan hukum juga ikut melapor karena Aremania tidak memiliki badan hukum sehingga laporan yang diberikan atas nama individu suporter.

"Kami sudah berdiskusi dengan manajemen Arema. Rencananya, Rabu (26/12/2018) mereka diwakili bagial Legal untuk melapor,” lanjut Achmad.

Dari arahan pihak kepolisian, manajemen Arema disarankan melapor ke Polda Jatim atau Polwiltabes Surabaya karena tempat kejadian di mana Akmal mengeluarkan pernyataan tersebut ada di Surabaya.

"Tadi kami sudah disarankan pihak kepolisian Polres Kota Malang agar manajemen melapor ke Polda atau Polwiltabes Surabaya. Tujuannya karena TKP (Tempat Kejadian Perkara) ada di wilayah sana," imbuhnya.

Sebenarnya sebelum masuk ranah hukum, Akmal tinggal melakukan klarifikasi dan permintaan maaf sehingga persoalan ini tidak menjadi panjang.

"Kami masih menunggu Akmal untuk meminta maaf dan klarifikasi karena ini demi nama baik Arema. Kami tidak terima perjuangan tim tahun ini dipandang sebagai bantuan dari orang dalam PSSI," tegas Achmad.