PSIM Bereaksi Menanggapi Sanksi Komdis PSSI

Oleh Vincentius Atmaja pada 23 Des 2018, 22:45 WIB
Diperbarui 23 Des 2018, 22:45 WIB
PSIM Anggap Pertemuan di Ciamis Tak Jelas

Bola.com, Yogyakarta - Komisi disiplin (komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada PSIM Yogyakarta bermain tanpa penonton sebanyak lima pertandingan.

Sanksi itu buntut insiden suporter masuk lapangan saat melawan PS Tira beberapa waktu lalu. Saat itu, pertandingan babak 64 besar Piala Indonesia 2018 antara PS Tira melawan PSIM Yogyakarta diwarnai kericuhan penonton di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (11/12/2018) sore. Laga pun harus dihentikan oleh wasit pada menit ke-80, karena suporter PSIM masuk ke dalam lapangan.

Sebelum peristiwa terjadi, PS Tira dalam keadaan unggul 2-0 sampai menit ke-80 atau ketika laga dihentikan. Dua gol PS Tira dicetak oleh Herwin Tri di menit ke 51 dan gol berbau off-side Fandi Lestaluhu pada menit 79 babak kedua. Namun seketika penonton masuk ke dalam lapangan ketika PS Tira mencetak gol kedua.

Penonton yang tak terkendali masuk ke dalam lapangan, terlihat merusak sejumlah fasilitas Stadion seperti papan iklan, tiang sudut, dan jaring gawang. Alhasil pertandingan dihentikan dan menunggu keputusan dari operator kompetisi dan PSSI. Manajemen klub PSIM siap menerima dan siap menjalani keputusan dari Komdis PSSI.

"Kami sudah menanyakan hal tersebut dan ternyata hukuman itu hanya berlaku untuk Piala Indonesia dan segala bentuk turnamen yang diselenggarakan oleh PSSI. Sehingga tidak berdampak kepada pelaksaanan laga di Liga 2 musim depan," ujar sekretaris tim PSIM, Jarot Sri Kastawa, Minggu (23/12/2018).

Hukuman yang harus diterima PSIM, disebutnya harus menjadi pengalaman yang berharga untuk di masa mendatang. Dengan adanya hukuman tersebut, akan mendorong manajemen dan panpel PSIM untuk lebih bekerja maksimal agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

"Menjadi pembelajaran untuk kami karena hukuman Komdis sekarang tanpa ada pembelaan. Jika harus melakukan pembelaan harus melalui mekanisme banding. Semoga kejadian kemarin menjadi yang terakhir kali," tandasnya.