Bonek Desak Manajemen Persebaya Terbuka soal Transfer Pemain

Oleh Aditya Wany pada 27 Des 2018, 17:15 WIB
Diperbarui 27 Des 2018, 17:15 WIB
Bonek Mania
Bonek dalam perjalanan menuju Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Bonek Mania mendesak manajemen Persebaya untuk terbuka soal transfer pemain. Hal ini terkait dengan lepasnya dua pemain yang dalam daftar buruan Persebaya. 

Hanya dalam dua hari, Persebaya kehilangan dua pemain tersebut. Andik Vermansah resmi bergabung dengan Madura United, Senin (24/12/2018). Sedangkan Evan Dimas telah menjadi pemain Barito Putera, Selasa (25/12/2018). 

Akibatnya, banyak Bonek yang merasa kecewa dan melampiaskannya lewat berbagai akun media sosial. Koordinator Bonek Gate 21, Jovan Tridianto, meminta kepada manajemen untuk terbuka mengenai pergerakan di bursa transfer. 

“Sebelumnya manajemen (Persebaya) itu sudah koar-koar sedang dalam negosiasi dengan Evan Dimas. Tiba-tiba ke Barito Putera. Lalu, Andik (Vermansah) juga akhirnya lepas dan ke Madura. Ini bagaimana sebenarnya yang terjadi kok pergi semua?” kata Jovan kepada Bola.com, Kamis (27/12/2018).

“Suporter itu terkejut melihat pemain incaran diambil klub lain. Akhirnya ujung-ujungnya muncul opini liar dan mendesak manajemen. Harusnya memang duduk bersama, Bonek dan manajemen Persebaya untuk berbicara dan berdiskusi,” imbuh pria yang akrab disapa Joe Brengsek itu.

Joe merasa bahwa Bonek saat ini sudah banyak berubah sehingga sangat bisa berbicara bersama dengan manajemen. Dengan keterbukaan, maka situasi panas yang terjadi di kalangan Bonek setidaknya bisa lebih mencair.

“Bonek ini kan sudah berubah. Kami ini suporter yang sudah dewasa dan bisa diajak duduk bareng dan berbicara. Apa yang harus ditutupi sebenarnya? Kalau tidak terbuka, nanti akan muncul isu yang tidak jelas,” ucap Joe. 

“Sebaiknya, manajemen Persebaya memang mau bicara dengan Bonek mengenai transfer pemain ini. Memang Bonek itu harus bertanya lagi, manajemen itu maunya mendatangkan siapa? Betul itu dapurnya manajemen, tapi suporter seharusnya tahu juga,” tutupnya.