Asprov PSSI Jatim Suarakan Harapan Publik terkait Penuntasan Mafia Bola

Oleh Zaidan Nazarul pada 05 Jan 2019, 08:45 WIB
Diperbarui 06 Jan 2019, 06:16 WIB
Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI Jatim

Bola.com, Surabaya - Menjelang Kongres Tahunan PSSI pada 20 Januari 2019, Asprov PSSI Jatim menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di kantor Ketua Umum Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, di Jalan Juwono, Surabaya, Jumat (4/1/2019).

Rapat tersebut membahas dua hal, yakni persiapan jelang Kongres Tahunan PSSI dan Kongres PSSI Jatim.

Seperti diutarakan Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhannudin, dalam rapat tersebut Asprov PSSI Jatim mencermati secara saksama apa saja fenomena yang sedang berkembang di masyarakat, serta mempertimbangkan harapan publik pada PSSI.

Satu di antara yang menjadi bahasan serius dalam rapat tersebut, perihal mafia bola yang sedang marak dan menjadi perhatian publik saat ini.

"Pastinya, PSSI Jatim akan mempertimbangkan betul apa yang menjadi harapan publik. Itulah yang akan kami suarakan di Kongres Tahunan PSSI," ujar Amir.

Menurut Amir, masalah ini harus dituntaskan karena masyarakat memiliki harapan besar kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah ini. Untuk itulah, Asprov PSSI Jatim akan menunggu sikap PSSI terkait kasus mafia bola.

"Masih ada waktu sekitar tiga minggu bagi PSSI untuk mengambil sikap terkait masalah ini. Kami menunggu itu untuk memastikan apa saja yang harus kami suarakan di Kongres. Selain persoalan itu, juga ada hal-hal lain yang akan kami bawa ke Kongres," tuturnya.

Amir menyebutkan, selain membahas Kongres PSSI pusat, rapat Exco Asprov PSSI Jatim juga membahas mengenai target tim PON Jatim pada PON 2020 di Papua. Dia mengatakan, pihaknya akan meminta target apa yang harus dicapai pada PON 2020.

"Di Kongres PSSI Jatim akan dimintakan apa target tim PON Jatim di PON 2020 serta apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyasar dan mewujudkan target yang sudah disetujui oleh forum," kata Amir.

Dalam Kongres Asprov PSSI Jatim juga akan dipaparkan pencapaian tim PON Jatim dalam tiga edisi PON terakhir sehingga memetakan mereka apa saja kelemahan tim yang harus diperbaiki sebelum turun di PON 2020.