Dengan Delapan Jahitan di Atas Mata, Satria Bagaskara Siap Bersaing di Timnas Indonesia U-22

Oleh Gatot Susetyo pada 06 Jan 2019, 19:45 WIB
Diperbarui 06 Jan 2019, 19:45 WIB
Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri)
Persik akan menghadapi tim tangguh di babak 8 besar Liga 3 2018 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, 16-22 Desember 2018. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Surabaya - Septian Satria Bagaskara mengusung tekad besar untuk kariernya pada awal 2019. Meski masih dalam proses penyembuhan cedera di alis mata, top scorer Liga 3 2018 milik Persik Kediri ini memenuhi panggilan seleksi Timnas Indonesia U-22 di Jakarta.

Cedera dengan delapan jahitan itu dialami Satria Bagaskara saat Persik melawan PSCS Cilacap pada leg pertama Final Liga 3 2018 di Kediri.

"Kepala saya masih terasa sakit. Ada sedikit lebam di sekitar luka jahitan itu. Tapi tekad saya sudah bulat berangkat ke Jakarta. Ini bukti keseriusan saya memenuhi panggilan PSSI untuk seleksi Timnas U22," ungkap Bagas kepada Bola.com, Minggu (6/12/2018).

Bagas bertolak ke Jakarta didampingi kedua orangtuanya, Sunarto dan Widjiati. Mereka berangkat dari Bandara Juanda pada Minggu malam.

"Sebelum berangkat, Bagas menemui saya. Sebagai manajer tim, saya berdoa yang terbaik untuk masa depannya. Semoga dia lolos seleksi Timnas U-22," ujar Benny Kurniawan.

Widjiati, ibunda Bagas, merasa perlu mendampingi ke Jakarta sebagai motivasi agar sang anak makin mantap menjalani proses seleksi Timnas U22 asuhan Indra Sjafri.

"Sejak Bagas di SSB, kami selalu menemaninya saat bertanding. Kali ini, kami sebagai orangtua tetap memotivasi agar Bagas lebih percaya diri menjalani seleksi," ucap Widjiati.

Soal peluang lolos seleksi, Bagas merasa optimistis.

"Saat berkumpul nanti, saya akan mengatakan soal luka ini. Tapi tak masalah, karena tekad saya lebih besar dibanding rasa sakit luka ini. Saya siap bersaing dengan pemain lainnya untuk memikat hati coach Indra Sjafri," tutur Septian Satria Bagaskara.