Alasan Mantan Manajer Perseba Laporkan IB dan HS ke Satgas Antimafia Bola

Oleh Zaidan Nazarul pada 09 Jan 2019, 19:15 WIB
Iwan Budianto

Bola.com, Surabaya - Mantan manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, berharap semua pengelola klub di Indonesia yang merasa pernah dimintai pungutan liar untuk melapor ke Satgas Antimafia Bola.

Imron merasa sangat prihatin dengan minimnya korban yang melapor meski ia meyakini sangat banyak pengurus maupun pengelola klub yang menjadi korban.

Keprihatinan itu pula yang ia jadikan sebagai alasan di balik kedatangannya ke Mabes Polri untuk menemui Satgas Antimafia Bola, Senin 7 Januari 2019.

"Awalnya saya berkonsultasi mengenai kejadian delapan tahun silam. Saya tanyakan kepada Satgas, apakah kejadian yang sudah berlalu cukup lama bisa dilaporkan. Ternyata mereka memberikan lampu hijau, maka itu saya melaporkan oknum pengurus PSSI berinisial IB dan pria berinisial HS beserta buktinya," kata Imron.

Menurut Imron, tanpa bukti yang konkret sekali pun, pengelola klub yang merasa menjadi korban hendaknya melapor ke Satgas, minimal memberikan masukan dan menyebutkan siapa-siapa saja yang pernah terlibat pengaturan skor maupun pungutan liar.

Seperti diketahui, Imron mengaku pernah menjadi korban pungutan liar yang dilakukan IB dan HS. "Waktu itu babak 8 besar Piala Soeratin 2009 sudah ditentukan di Bangkalan, tapi jatah tuan rumah mau dibatalkan dan akan dibuang (dipindah ke Persib)," jelas Imron.

Mendengar kabar tersebut, Imron pun menghubungi IB lewat telepon. Saat itu Imron diminta untuk menghubungi HS. Dari situ, Imron langsung menghubungi HS. "Saya disarankan HS untuk mengirim kekurangan Rp 25 juta ke IB, karena sebelumnya saya sudah kirim," tuturnya.

Dari pengakuan Imron, saat itu ia dipungut biaya yang totalnya mencapai Rp 140 juta agar tetap menjadi tuan rumah gelaran babak 8 besar. Sisa pembayaran sebesar Rp 25 juta itu ia setorkan pada 9 November 2011.

Belakangan, Imron baru mengetahui bahwa untuk menjadi tuan rumah tidak perlu membayar. Maka itu, Imron merasa tertipu, sehingga ia melapor ke tim Satgas Antimafia Bola. Laporan Imron diterima Satgas pada Senin (7/1/2019).

Selain diharapkan bisa menyeret mafia bola ditangkap, Imron juga meminta semua korban yang diyakini jumlahnya sangat banyak tak perlu ragu melaporkan oknum-oknum yang mereka ketahui telah merugikan mereka. "Semoga setelah saya, ada lagi yang lapor ke Satgas," harapnya.