Azrul Ananda Siap Melepas Jabatan Presiden Persebaya, Tapi..

Oleh Aditya Wany pada 10 Jan 2019, 17:15 WIB
Sugiantoro dan Azrul Ananda

Bola.com, Surabaya - Kegagalan Persebaya mendatangkan Andik Vermansah dan Evan Dimas membuat Bonek Mania kecewa berat. Bahkan, Bonek sempat memutuskan walk out dalam pertemuan dengan manajemen Persebaya.

Bonek juga sempat mendesak manajemen Persebaya untuk lebih terbuka soal transfer pemain. Merespons hal itu, manajemen Persebaya merasa bahwa pihaknya tidak perlu membeberkan langkah-langkah dalam merekrut pemain. 

Presiden Persebaya, Azrul Ananda kemudian mempertanyakan kelayakan dirinya sebagai pengurus Persebaya. Dia merasa ada beberapa hal yang harus dijelaskan mengenai polemik transfer pemain ini. 

“Saya sempat mikir, apa kami nggak pantas di sepak bola Indonesia? Kalau kami enggak pantes ya sudahlah.Tapi, mohon maaf, kami dulu diminta untuk mengubah ini jadi lebih baik, ya ini cara kami. Kalau kami dianggap tidak baik, sangat mudah bagi kami untuk tidak di Persebaya. Jujur sangat mudah,” ucap Azrul. 

Azrul kemudian mengungkapkan bahwa dirinya bisa saja mundur dari jabatan Presiden Persebaya itu. Namun, dia juga merasa pihaknya telah bekerja keras dengan baik, termasuk membawa Persebaya promosi ke Liga 1 2018 dan berhasil finis di peringkat kelima. 

“Saya sudah janjian dengan pengurus Persebaya kalau memang kelak saya dianggap tidak sanggup, saya akan mengembalikan Persebaya nol tanpa hutang, sangat mudah. Tapi dalam dua tahun terakhir kami juara Liga 2 dan peringkat 5 (Liga 1 2018),” imbuh pria berusia 41 tahun itu.

“Ini tanggung jawab saya, bagaimana caranya Persebaya bisa berdiri secara profesional, supaya bisa sustainable jangka panjang, mungkin cara kita ini tidak dipahami dan tidak disukai tapi saya tidak apa-apa karena ini semua proses,” ujarnya.

Azrul memulai kiprah sebagai Presiden Persebaya sejak Februari 2017, saat pihaknya mengakuisisi lewat PT Jawa Pos Sportainment. Dia kemudian membayar tunggakan gaji pemain dan membuat langkah untuk menghidupkan kembali Persebaya setelah mati suri selama empat tahun.