Misi Ahmad Riyadh Setelah Terpilih Jadi Ketua Komite Ad Hoc Integritas PSSI

Oleh Zaidan Nazarul pada 22 Jan 2019, 08:45 WIB
Ahmad Riyadh

Bola.com, Surabaya - Setelah terpilih sebagai Ketua Komite Ad Hoc Integritas, Ahmad Riyadh, memiliki sejumlah rencana demi mendukung misinya untuk menjadi PSSI sebagai organisasi yang memiliki integritas tinggi di mata masyarakat dan membersihkan sepak bola Indonesia dari kepentingan pihak tertentu maupun praktik kotor yang dilakukan oleh mafia bola.

Riyadh mengatakan, untuk mewujudkan misi tersebut, ia tidak bisa berjalan sendiri. Setidaknya membutuhkan lima sampai tujuh anggota untuk menjadikan lembaga ini bisa menjalankan tugas dengan baik.

"Setelah lima atau tujuh orang terkumpul, baru kami akan tentukan program dan prioritasnya apa. Kami mau meniru Komite Ad Hoc FIFA yang bekerja dengan Interpol, kalau di sini berarti kami akan bekerja dengan Kepolisian," tuturnya.

Tak hanya dari Kepolisian, Riyadh juga akan melibatkan ahli hukum yang berasal dari instansi hukum, misalnya kejaksaan atau pengadilan, serta akademisi yang betul-betul mumpuni untuk bekerja di lembaga yang akan ia pimpin.

Soal mekanisme kerja, Riyadh menyampaikan Komite Ad Hoc ini akan memberikan data terkait adanya gejala pengaturan skor, pertandingan settingan, dan manipulasi dalam sebuah pertandingan.

"Secara umum, nantinya kami dapat memberikan data terkait adanya indikasi yang tidak beres dalam sebuah pertandingan. Datanya itu bisa dari mana-mana, dan dari data itulah akan dilakukan analisis, apakah kasus itu masih masuk ranah PSSI atau tidak. Kalau ada unsur pidananya, akan kami serahkan pada kepolisian," jelasnya.

Terkait sinergi dalam penuntasan masalah match fixing dan match manipulation, Ahmad Riyadh menyebutkan bentuk kolaborasinya, adalah PSSI lebih menangani pelanggaran olahraga yang diatur dalam kode disiplin PSSI, AFC, dan FIFA.

Sementara Polri lebih menangani ruang lingkup pelanggaran pidana atau yang masuk hukum nasional.

"Pihak kepolisian akan banyak mengurusi pelanggaran pidana yang ada di seputar terjadinya dugaan match fixing, sedangkan untuk membuktikan terjadinya match fixing atau tidak, itu ranah PSSI. Jadi, diharapkan dua badan ini bisa bekerja dengan baik,” ujar Riyadh.