Manajer Persatu Punya Kriteria Khusus untuk Calon Ketua Umum PSSI

Oleh Gatot Susetyo pada 29 Jan 2019, 16:15 WIB
Arti Lambang PSSI yang Wajib Diketahui Suporter Bola Indonesia

Bola.com, Jakarta Wacana KLBI PSSI jadi pembicaraan menarik setelah Edy Rahmayadi meletakkan jabatannya sebelum masa bakti berakhir 2020.

Dua sosok, Erick Tohir dan Muhaimin Iskandar, mulai muncul dan terang-terangan ingin memimpin Federasi Sepakbola Indonesia tersebut. Tapi Manajer Tim Persatu Tuban, Fahmi Fikroni punya kriteria khusus bagi siapa saja yang ingin jadi Ketua Umum PSSI mendatang.

"Yang jelas, calon itu harus profesional. Calon bisa datang dari unsur mana saja karena PSSI ini organisasi terbuka. Tapi, calon tersebut harus mau mengikuti dan mematuhi aturan yang tercantum dalam Statuta PSSI dan FIFA," kata Fahmi Fikroni.

Namun, lanjut sosok yang akrab dipanggil Gus Roni itu, berharap sang calon datang dari orang bola. Sehingga bila dia terpilih nanti benar-benar menguasai aturan organisasi sepakbola.

"Saya kira bukan Erick Thohir dan Muhaimin Iskandar saja yang ingin jadi ketua. Masih banyak tokoh nasional lain yang juga menginginkannya. Biarkan mereka muncul secara alami. Siapa pun mereka harus tahu dan mengerti aturan federasi," ujar Gus Roni.

Selain profesional, Gus Roni berharap calon ketua punya hubungan kuat dengan Pemerintah.

"Bagaimana pun juga semua kegiatan PSSI dan sepakbola tak bisa mengabaikan Pemerintah. Contoh kecil soal perizinan penyelenggaraan pertandingan yang melibatkan kepolisian. Jika calon tersebut punya afiliasi kuat dengan Pemerintah, saya yakin PSSI akan lancar-lancar saja," paparnya.

 

2 of 2

Tepatkah Segera KLB?

Pelepasan Atlet Islamic Solidarity Games 2017
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, saat pelepasan Atlet Islamic Solidarity Games (ISG) di Hotel Atlet Senayan, Jakarta, Minggu (07/05/2017). ISG akan berlangsung di Azerbaijan, 12-22 Mei 2017. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tetapi, lanjut Gus Roni, saat ini bukan waktu yang tepat menggelar KLB untuk mengganti Joko Driyono yang telah disepakati di Kongres Tahunan PSSI di Bali lalu.

"Kami, voters sepakat Joko Driyono jadi Ketum PSSI hingga 2020. Jadi Erick Tohir dan Cak Imin bersabar sampai 2020. Silakan kalau mereka mau berkampanye untuk jadi Ketua Umum PSSI. Kami tak mau ada KLB di tengah jalan. Selain biayanya mahal, KLB akan merusak tatanan organisasi. Jadi, jangan karena ada kelompok atau orang-orang ingin KLB, lalu latah sedikit-sedikit KLB. Organisasi ini akan rusak jika seperti itu," katanya.

Gus Roni juga ingin melihat dan menguji sampai seberapa jauh kemampuan Joko Driyono dan kabinetnya memimpin PSSI selama dua tahun ke depan.

"Joko Driyono punya kompetensi. Dia juga pengalaman. Kmai lihat apakah kemampuannya itu disertai leadership yang bagus untuk memajukan PSSI dan sepak bola Indonesia di sisa jabatannya nanti," jelasnya.

Bagi klub, kata Gus Roni, yang terpenting adalah bagaimana PSSI menjaga kejelasan dan keajegan jadwal kompetisi.

"Kami, pengelola klub paling merasakan bila PSSI berantakan. Kami sudah punya pengalaman itu. Akibatnya, jika PSSI terus goyang, kompetisi pun akan terlantar. Padahal di kompetisi itu banyak terlibat orang-orang yang menggantungkan nafkahnya dari sepak bola," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓