Madura United Tetap Mengikuti Piala Presiden 2019

Oleh Aditya Wany pada 01 Feb 2019, 06:00 WIB
Dejan Antonic

Bola.com, Bangkalan - Keputusan PSSI menggelar Piala Presiden 2019 menuai banyak protes. Apalagi, mereka berencana menggelar Piala Indonesia pada bulan Februari dan menunda Piala Indonesia 2018. Sedangkan Liga 1 2019 justru akan dimulai pada Mei. 

Banyak yang menilai turnamen yang sudah memasuki edisi keempat ini bermuatan politis. Penyebabnya, pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 17 April 2019. Turnamen ini dianggap menjadi panggung bagi capres yang akan berkompetisi di pemilu.

Kontestan Liga 1 2019, Madura United memiliki penilaian lain soal gelaran Piala Presiden ini. Menurut sang manajer, Haruna Soemitro, pihaknya juga pernah melakukan kritik terhadapn turnamen itu. Akan tetapi, dia lebih menyoroti soal level gelaran itu.

“Madura (United) itu sudah pernah mengkritik Piala Presiden ini terlalu besar maknanya. Untuk gelaran pramusim, Piala Presiden itu terlalu berat. Piala Presiden itu seharusnya naik (level) berisikan juara-juara kompetisi di ASEAN, umpamanya juara Filipina, Vietnam, Laos,” kata Haruna.

“Tahun lalu, kami pernah mengkritik itu. Faktanya ini tetap digelar. Bagi kami apa daya seorang klub Madura United tidak ikut Piala Presiden. Nanti dipikir kami ini makar. Ini dipolitisasi lagi nanti kalau Madura tidak ikut berarti tidak mendukung presiden misalnya,” imbuhnya. 

“Maknanya aneh-aneh malahan. Jangan diplesetkan macam-macam bahwa Madura United tidak mendukung presiden. Ini tahun politik ngomong sedikit bisa bahaya,” ungkap pria yang pernah menjabat Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

Haruna menyatakan bahwa Madura United tetap akan mengikuti Piala Presiden 2019. Turnamen ini biasanya diikuti oleh seluruh klub Liga 1 dengan tambahan beberapa kontestan Liga 2 untuk menggenapi 20 peserta. 

“Faktanya, pesertanya tidak hanya Madura United. Piala Presiden itu menjadi agenda yang harus diikuti oleh anggota PSSI. Kalau bicara kontinuitas, progam ini sudah rutin dari tahun ke tahun. Kebetulan saja sekarang ada gelaran pemilu saat ada Piala Presiden,” ucap Haruna.

“Saya tidak melihat ini sebagai ajang yang berbau politik. Tapi, kami ingin melihat ini adalah lanjutan program dari tahun ke tahun, meskipun Madura pernah mengkritik tahun lalu,” tutupnya. 

Sampai sekarang, belum ada kepastian kapan Piala Presiden 2019 akan mulai dihelat. Beberapa klub tanah air malah masih disibukkan dengan agenda babak 32 besar Piala Indonesia 2018.