2 Pemain Batal Bergabung, Perseru Alami Krisis Hadapi Mitra Kukar

Oleh Gatot Susetyo pada 03 Feb 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 03 Feb 2019, 17:15 WIB
Perseru Serui
Tim Perseru jelang menjamu Mitra Kukar di leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Marora, Serui, Minggu (27/1/2019). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Serui - Krisis pemain terus menghantui kiprah Perseru Serui di Piala Indonesia 2018. Tim berjuluk Cenderawasih Jingga tersebut hanya membawa 13 pemain untuk melakoni laga leg kedua babak 32 Besar di kandang Mitra Kukar, Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara, Senin (4/2/2019).

Dua pemain Boaz Isir dan Frangklyn Rumbiak yang telah masuk daftar rombongan batal bergabung karena alasan berbeda.

"Boaz Isir ketinggalan pesawat, karena dia terlambat datang ke bandara. Sementara Frangklyn Rumbiak izin mendadak, karena istrinya mau melahirkan. Akhirnya kami membawa pemain yang ada untuk menghadapi Mitra Kukar nanti," ungkap Choirul Huda, pelatih Perseru, Minggu (3/2/2019).

Kondisi serupa juga dialami Mitra Kukar kala tandang pada leg pertama melawan Perseru di Stadion Marora Serui lalu.

"Penyelenggaraan Piala Indonesia ini bisa dibilang tak ideal. Hampir semua peserta banyak ditinggalkan pemainnya, karena kontrak mereka sudah habis. Ada aturan boleh menambah pemain baru, tapi ini tak bisa mengangkat tim, karena pemain baru tak bisa langsung adaptasi dengan tim," ujar Choirul Huda.

Namun pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang, ini tak patah arang. Dia menyebut persiapan timnya lebih matang dibanding babak-babak sebelumnya.

"Meski skuat kami darurat, tapi kami tetap serius di Piala Indonesia ini. Kami akan berusaha menyingkirkan Mitra Kukar di ajang ini. Persiapan Perseru Serui lebih baik dan para pemain siap main di Tenggarong," tutur Choirul Huda.