3 Kunci Keberhasilan PSS Sleman Melaju ke Babak 16 Besar Piala Indonesia 2018

Oleh Vincentius Atmaja pada 05 Feb 2019, 19:50 WIB
Diperbarui 05 Feb 2019, 20:18 WIB
PSS Sleman, Piala Indonesia 2018

Bola.com, Sleman - PSS Sleman membuat kejutan melaju ke Babak 16 besar Piala Indonesia 2018. Tim Super Elang Jawa itu menyingkirkan tim bertabur bintang, Barito Putera, pada fase 32 besar dengan agregat 5-4.

Pada leg pertama, PSS Sleman yang berstatus sebagai tim promosi, mampu membungkam tuan rumah Barito Putera 2-1, 23 Januari lalu. Meski minus pelatih kepala Seto Nurdiyantoro dan hanya membawa 14 pemain, tim Super Elang Jawa ini unggul lewat dua gol yang diborong striker baru, Kushedya Hari Yudo.

Sepekan kemudian, PSS Sleman giliran bertindak sebagai tuan rumahnya di Stadion Maguwoharjo, Kamis (31/1/2019). Tampil di hadapan sekitar 26.000 pendukung, PSS Sleman mampu menahan Laskar Antasari (julukan Barito Putera) 3-3, sekaligus unggul agregat 5-4.

Padahal dalam laga ini, PSS harus bermain dengan 10 orang pada awal babak kedua. Sementara itu, Barito Putera turun dengan kekuatan penuh, termasuk Evan Dimas Darmono, Bayu Pradana, serta dua pemain asingnya, yakni Lucas Silva dan Arthur Vieira.

Performa PSS Sleman yang begitu luar biasa tak lepas dari beberapa hal. Berikut ini adalah tiga kunci keberhasilan PSS Sleman melaju ke Babak 16 besar Piala Indonesia 2018.

1. Tangan dingin Seto Nurdiyantoro

Absen pada leg pertama, pelatih muda asli putra daerah Sleman memimpin skuat di leg kedua. Padahal baru saja tiba dari Spanyol untuk program kepelatihan lisensi Pro AFC.

Berkat tangan dinginnya, PSS Sleman menjelma sebagai kuda hitam yang sulit diremehkan. Seperti saat membawa Laskar Sembada menjuarai Liga 2 musim 2018 lalu, PSS Sleman masih stabil secara permainannya di tangan Seto, meski telah ditinggal sejumlah pemain pilar.

"Kami memang kalah secara penguasaan bola, tapi dengan bermain efektif bisa mendapatkan hasil yang baik. Menjadi sebuah pelajaran buat kami sebelum tampil di Liga 1. Minimal kami punya gambaran seperti inilah persaingan Liga 1," ujar Seto usai pertandingan melawan Barito Putera di leg kedua, Kamis (31/1/2019) lalu.

 

2 dari 3 halaman

2. Pemain anyar langsung nyetel

Beruntung bagi PSS Sleman yang jeli mendatangkan pemain lokal potensial. Lima gol PSS ke gawang Barito Putera dalam dua pertemuan, disumbangkan oleh pemain baru yang didatangkan di awal musim ini.

Kushedya Hari Yudo menjebol dua kali gawang Barito di pertemuan pertama. Sementara masing-masing gol diciptakan oleh Sidik Saimima, Ricky Kambuaya, dan Haris Tuharea pada leg kedua. Membuktikan perekrutan mereka tergolong sukses.

Kushedya Hari Yudo didatangkan dari Kalteng Putra, Sidik Saimima dari Persebaya, sementara trio lainnya dari Mojokerto Putra. "Hasil yang luar biasa padahal kami kalah jumlah pemain sejak awal babak kedua. Tapi semua berkat kekompakan tim yang bermain dengan hati, sehingga mendapatkan hasil positif," ujar Haris Tuharea usai mencetak gol ke gawang Barito tengah pekan lalu.

3 dari 3 halaman

3. Suporter fanatik

Fanatiknya suporter PSS Sleman menjadi kekuatan ke-12. Ribuan anggota Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania terus memberikan teror kepada para pemain Barito Putera di leg kedua. Membuat mental anak asuh Jacksen Tiago cukup terganggu.

Pujian pun dilontarkan oleh manajer tim Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman yang mengakui suporter PSS Sleman menjadi kekuatan tersendiri. Para pemainnya semakin terasah secara mental bertanding bila mendapat teror seperti di Stadion Maguwoharjo.

"Kami benar-benar mendapatkan pelajaran berharga, terutama dalam pembentukan mental ketika menghadapi tekanan suporter yang luar biasa. Beruntungnya tim yang memiliki animo suporter sepeti itu," tandas Hasnuryadi Sulaiman.

Lanjutkan Membaca ↓