Pembina Persija Tolak Ajakan Menggelar KLB PSSI

Oleh Defri Saefullah pada 08 Feb 2019, 18:10 WIB
Menpan RB Bahas CPNS dan Tenaga Honorer di DPR

Jakarta - Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta, Syafruddin, tak sepakat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI diperlukan untuk saat ini. Dia menilai, pengurus PSSI sekarang sudah cukup kompeten mengurus sepakbola nasional.

Syafruddin menolak wacana atau adanya dorongan anggota PSSI untuk melakukan KLB. Pria yang kini menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) menilai prestasi Indonesia di kancah sepak bola internasional mulai membaik.

Dia menyoroti aksi Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir. Dia meyakini iklim sepak bola Indonesia mulai bergerak ke arah positif.

"Sepak bola Indonesia pernah terpuruk, pada 2017 dan 2018 mulai bangkit sedikit demi sedikit karena ditangani pikiran dan hati bersih," ujar mantan Wakapolri ini seperti keterangan tertulis yang diterima media.

Syafruddin sendiri termasuk bertangan dingin dalam melakukan pembinaan pemain di level klub. Dia mengantarkan Bhayangkara FC dan Persija tampil menjadi juara kasta tertinggi di Liga Indonesia.

"Saya sudah dua tahun ini berkecimpung di sepak bola walaupun sebagai pembina Bhayangkara FC (2007) dan Persija Jakarta (2018). Namun dua tim tersebut berhasil menjadi juara," katanya.

 

2 of 2

Iklim Positif

Persija Jakarta Vs Mitra Kukar
Suasana selebrasi saat Persija menjadi juara (Bola.com/Yoppy Renato)

Syafruddin mengatakan, keberhasilannya dalam membawa kedua tim menjadi juara tidak lepas dari iklim positif di tanah air. Dia meyakini hal tersebut sulit terjadi kalau kondisi tak kondusif.

“Saya percaya, pengurus PSSI itu orang baik semua, sama-sama memiliki niatan baik untuk majukan sepak bola Indonesia," katanya.

"Mereka semua memiliki sifat-sifat profesional, ke depan semua harus bersatu jangan seperti di masa lalu. Semua harus bersama -sama memperbaiki kondisi sepakbola di Tanah Air."

"Saya meminta kepada pengurus sepakbola betul-betul mengelola dengan baik. Jangan sampai membuat kecewa karena dua pertiga penduduk Indonesia sangat antusias dengan sepakbola," ujarnya, menambahkan.

Lanjutkan Membaca ↓