Rafli Sudah Tak Ragu Duel Melawan Pemain Bintang Arema

Oleh Iwan Setiawan pada 10 Feb 2019, 13:30 WIB
Muhammad Rafli

Bola.com, Malang - Uji coba Arema FC melawan Timnas Indonesia U-22 digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (10/2/2019), mulai jam 15.30 WIB. Pemain dari kedua tim sudah siap berjibaku untuk memperlihatkan tontonan menarik.

Gelandang Timnas Indonesia U-22, Muhammad Rafli, termasuk pemain yang punya semangat lebih dalam duel ini karena dia akan melawan klub sendiri.

Pemain asal Jakarta ini kemungkinan besar mendapat kesempatan main dari pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, karena dalam uji coba sebelumnya melawan Bhayangkara FC, Rafli tidak bermain lantaran cedera.

Kini dia harus bertarung melawan rekannya sendiri di Arema untuk bisa lolos ke skuat final Indonesia untuk Piala AFF U-22 yang akan dilangsungkan di Kamboja mulai 17 Februari 2019.

"Saya siap jika dapat kesempatan main. Tidak masalah, meski harus berduel dengan Makan Konate sekali pun, karena sudah biasa jadi lawan ketika latihan di Arema," kata pemain binaan ASIFA Malang ini.

Secara khusus, uji coba melawan Arema menjadi bahan evaluasi bagi pelatih Indra Sjafri karena ada pemain lagi yang bakal didepak setelah uji coba ini. Piala AFF U-22 tinggal satu pekan lagi.

"Sebenarnya pelatih sudah sampaikan skuat yang ada saat ini sudah kumpulan yang terbaik. Tapi, ada kuota pemain untuk Piala AFF. Itu menjadi hak pelatih. Saya sebagai pemain yang utama harus memperlihatkan dulu kemampuan yang terbaik," ujar Rafli.

Dalam uji coba nanti, Rafli tidak akan canggung. Dia sudah terbiasa bermain di Stadion Kanjuruhan. Meski sekarang sebagai lawan, pemain 20 tahun ini tidak alergi jika dapat teror dari Aremania.

"Saya dengar Aremania juga akan respek dengan Timnas Indonesia U-22. Jadi mereka ikut mendukung timnas juga," imbuhnya.

Di sisi lain, Indra Sjafri berharap anak buahnya mendapat tekanan dari Aremania karena itu bisa menguji mental mereka saat bermain di Kamboja. Rafli dkk. diharapkan terbiasa bermain di kandang lawan dengan teror dari suporter lawan.