Alasan Timnas Indonesia U-22 Beruji Coba Melawan Madura United

Oleh Aditya Wany pada 11 Feb 2019, 21:10 WIB
Indra Sjafri

Bola.com, Surabaya - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, membeberkan alasan memilih Madura United sebagai lawan uji coba. Dia menilai tim berjulukan Laskar Sape Kerrab merupakan tim dengan skuat yang berisikan pemain berkualitas.

Madura United menjadi tim dengan jumlah pemain Timnas Indonesia cukup banyak. Di antaranya Andik Vermansah, Zulfiandi, Ridho Djazulie, Fachruddin Aryanto, dan Alfath Faathier yang merupakan bagian Timnas Indonesia senior yang turun di Piala AFF 2018.

Belum lagi, ada mantan pemain Timnas Indonesia U-19 yang selama dua tahun terakhir berada di bawah arahan Indra Sjafri. Mereka adalah Syahrian Abimanyu, Kadek Raditya Maheswara, dan Rifad Marasabessy.

"Kami sengaja mencari tim berkualitas untuk menghadapi pertandingan. Kami ingin mendapat tekanan dan belajar dari situasi sulit dalam tim itu sendiri. Motivasi utamanya adalah bagaimana Timnas U-22 bisa mendapat lebih baik," kata Indra Sjafri, Senin (11/2/2019).

"Kami merasakan sejak pertandingan melawan Bhayangkara, kami mendapat hasil lebih baik, seperti melawan Arema, sudah menunjukkan perkembangan positif," imbuh mantan pelatih Bali United itu.

Timnas Indonesia U-22 selalu meraih hasil imbang dalam dua laga uji coba berhadapan dengan klub Liga 1, yakni 2-2 dengan Bhayangkara FC dan bermain 1-1 melawan Arema FC.

Indra Sjafri berharap masyarakat Madura akan datang dan memberikan dukungan kepada timnya, tidak hanya Madura United. Meski begitu, dia juga ingin anak asuhnya terbiasa menghadapi tekanan suporter tuan rumah.

"Kami berharap masyarakat Madura dan suporter Madura United memberikan dukungan kepada Madura United dan Timnas Indonesia U-22. Bagaimana pun, kedua tim ini adalah kebanggaan mereka," ucapnya.

Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa sore (12/2/2019). Setelah itu, Timnas Indonesia U-22 akan mulai menjalani kiprah di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Laga pertama mereka menghadapi Myanmar pada 18 Februari 2019.