Respons Madura United atas Desakan KLB PSSI

Oleh Aditya Wany pada 19 Feb 2019, 18:10 WIB
Manajer Madura United, Haruna Soemitro

Bola.com, Bangkalan - Situasi sepak bola nasional yang sedang memanas akibat penetap status tersangka Plt Ketum PSSI, Joko Driyono. Banyak pihak yang mendesak diadakannya kongres luar biasa (KLB) PSSI untuk menentukan pemimpin baru. 

Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengatakan pihaknya tidak masalah bila KLB memang diadakan. Akan tetapi, lanjut Haruna, usul itu tidak hanya dilakukan oleh voters, bisa juga dilakukan oleh Executive Commitee (Exco) PSSI. 

“Mekanisme pemutusan KLB sebenarnya ada dua. Bukan hanya ada di voters, namun juga bisa diputuskan melalui Exco. Exco harus pandai di situasi ini membaca keinginan publik bola, dan mengambil keputusan terbaik. Kalau maunya KLB, ya silahkan untuk bisa digelar,” ucap Haruna. 

Sesuai regulasi, KLB bisa digelar apabila sebanyak 2/3 voters menyepakati itu. Namun, Haruna ingin KLB diputuskan oleh Exco. Sebab, ini merupakan tahun politik yang bisa menjadi kegaduhan baru. 

“Namun, saya minta mekanisme pemutusan KLB-nya bisa diambil lewat Exco, jangan dilempar ke klub. Karena di tahun politik seperti sekarang, hal seperti ini kalau dilakukan di tataran klub dan Asprov, justru bisa jadi perpecahan,” imbuhnya.  

Haruna kemudian mengusulkan kepada Exco mengenai persyaratan baru bagi setiap orang yang ingin menjadi Ketum PSSI. Namun, usulnya ini masih dalam konteks bercanda mengenai status tersangka Joko Driyono. 

“Kalau KLB-nya jadi, saya minta sama Exco atau panitia pemilihan untuk memberikan satu syarat baru bagi calon ketum-nya. Yaitu siapapun yang jadi Ketum PSSI harus siap menyandang status tersangka,” ucap mantan Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu. 

Seperti diketahui, Joko Driyono bukanlah sosok pertama sebagai orang nomor satu PSSI yang terjerat kasus hukum. Sebelumnya, Nurdin Halid dan La Nyalla Mattalitti juga pernah menjadi tersangka saat masih menjadi Ketum PSSI.