Jawaban Pelatih Arema soal Tuntutan Menang Besar atas Persita

Oleh Iwan Setiawan pada 12 Mar 2019, 05:30 WIB
Arema FC, Milomir Seslija

Bola.com, Malang - Nasib Arema FC untuk lolos ke delapan besar Piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar harus ditentukan pada laga terakhir melawan Persita Tangerang (13/3/2019).

Arema takluk dari Persela Lamongan pada matchday kedua Grup E melawan Persela Lamongan akhir pekan lalu (9/3/2019). Tim Singo Edan baru mengantongi tiga  poin dan tidak memiliki surplus gol.

Agar aman, Singo Edan harus menang telak demi memperbaiki produktifitas golnya. Namun pelatih Arema, Milomir Seslija tidak ingin terlalu membebani anak buahnya. Karena dia ingin mengembalikan mental Arthur Cunha dkk. setelah kalah dari Persela.

“Soal menang besar, tim sekelas Barcelona juga akan kesulitan untuk menang dengan skor 10-0 dalam sebuah pertandingan. Yang terpenting kami akan berusaha memberikan hasil terbaik di pertandingan terakhir. Masalah hasil, itu takdir yang menentukan,” tegas pelatih asal Bosnia tersebut.

Nasib Arema untuk lolos memang mulai tergantung hasil tim lain. Masih ada peluang jadi juara grup dengan catatan Persela kalah dari Barito Putera. Arema juga wajib menang atas Persita.

Bila hal itu terjadi, ada tiga tim yang memiliki nilai enam, akni Arema, Barito dan Persela. Karena ketiganya saling mengalahkan, surplus gol yang akan jadi penentu posisi akhir di klasemen.

Tapi, jika Arema hanya jadi runner-up dengan 6 poin, belum jadi jaminan untuk lolos. Pasalnya, hanya tiga runner-up terbaik yang diambil untuk lolos ke babak delapan besar.

Jika gagal, Milo berharap publik bisa memahami. Performa Arema belum maksimal lantaran belum pernah tampil dengan komposisi terbaik. Selalu ada pemain yang absen karena cedera atau panggilan timnas.

“Jika tim ini bisa bermain dengan skuat penuh, saya yakin akan luar biasa,” tegasnya.

Saat ini, Aremania punya harapan tinggi kepada Singo Edan. Itu setelah kegagalan Arema pada fase 16 besar Piala Indonesia. Mereka berharap ada prestasi yang diraih tim kesayangannya dalam pra musim 2019 sebagai pengganti kegagalan itu.