Piala Presiden: Pelatih PSIS Menyiapkan Pengganti Safrudin Tahar Melawan PSM

Oleh Vincentius Atmaja pada 13 Mar 2019, 15:45 WIB
Diperbarui 13 Mar 2019, 15:45 WIB
Safrudin Tahar
Pelatih PSIS, Jafri Sastra (kiri), dan Safrudin Tahar saat melawan Kalteng Putra di Piala Presiden 2019. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang akan menjalani partai menentukan di Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung oleh Indosiar, yakni laga melawan PSM Makassar pada pertandingan terakhir di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/3/2019).

Di klasemen sementara Grup C, tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar ini kini bertengger di posisi kedua dengan tiga poin di bawah Persipura Jayapura dengan poin enam. Perolehan poin PSIS seperti Kalteng Putra, namun unggul head to head.

Sementara itu, Kalteng di partai terakhir juga menghadapi lawan berat, yakni Persipura, yang belum pasti lolos dari fase grup.

Dalam duel krusial nanti, PSIS harus dihadapkan pada absennya bek sayap Safrudin Tahar, yang terkena akumulasi kartu.

Safrudin Tahar diganjar kartu merah saat PSIS menang atas Kalteng Putra pada laga sebelumnya (10/3/2019). Praktis, pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, terpaksa menerapkan rotasi dengan pemain yang lain.

“Safrudin Tahar akumulasi kartu merah, sementara Fantri (Tegar Infantri) masih cedera hamstring, Komarudin bermasalah dengan selangkangan, dan Fauzan Fajri kondisi terakhir masih kami pantau. Satu lagi, M. Yunus, tangannya juga masih sakit," jelas Jafri Sastra, Rabu (13/3/2019).

Nama Soni Setiawan yang tampil apik saat membungkam Kalteng Putra kemungkinan besar akan digeser di sisi kanan menggantikan Safrudin Tahar. Mantan kapten Persis Solo tersebut juga dapat beroperasi di bek kiri maupun kanan.

"Pengganti Yunus mungkin Heru Setyawan yang kemarin juga tampil bagus, kemudian masih ada Conteh, dan Eka Febri. Kalau di posisi Komar, pemain yang siap ada Bayu Nug, dan Aldaier Makatindu," imbuh Jafri Sastra.

Beberapa hari menjelang laga menentukan, Jafri menekankan pada persoalan transisi antara menyerang ke bertahan dan sebaliknya.

"Dari evaluasi dua pertandingan awal, transisi PSIS masih belum efektif dan efisien. Saya akan menurunkan pemain yang paling siap saat melawan PSM," ungkap Jafri.

Tidak Dapat Izin, Timnas Indonesia Mendadak Batal Hadapi Tira Persikabo