Piala Presiden: Tak Hanya Bhayangkara FC, Arthur Cunha Sudah Siap Bertemu Persebaya

Oleh Iwan Setiawan pada 20 Mar 2019, 05:45 WIB

Diperbarui 20 Mar 2019, 15:18 WIB

Arthur Cunha (Arema)

Bola.com, Malang - Arema sedang menjalani persiapan serius untuk menjalani babak 8 besar Piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar. Pemain tim berjulukan Singo Edan ini juga dalam kepercayaan diri yang bagus. Di laga terakhir Grup E mereka menang telak 6-1 atas klub kasta kedua, Persita Tangerang. (13/3/2019).

Sebagai satu di antara runner-up terbaik, Arema akan bersua dengan Bhayangkara FC di fase 8 besar yang digelar antara 29-31 Maret ini.

Bek Arema, Arthur Cunha da Rocha, menjelaskan dia sudah siap berhadapan dengan tim mana pun. "Sebenarnya lawan siapa saja, kami siap," jelasnya.

Saat disodori suatu saat bertemu dengan Persebaya Surabaya, yang jadi rival utama, bek asal Brasil ini juga tidak keder. Namun, pertemuan dengan Persebaya baru bisa terjadi jika kedua tim sama-sama masuk final mengingat bagan 8 besar Piala Presiden 2019 memisahkan kedua tim itu.

Jika Arema berhasil mengalahkan Bhayangkara FC, mereka akan bersua pemenang Persija Jakarta melawan Kalteng Putra. Sementara Persebaya ada di bagan sebelah kiri dan bertemu dengan Tira Persikabo lebih dulu.

Jika menang, mereka berjumpa dengan pemenang Persela Lamongan melawan Madura United. “Akan lebih seru kalau melawan Persebaya karena atmosfernya pasti luar biasa,” imbuh mantan pemain Mitra Kukar ini.

Namun, Arema harus menemui jalan sulit lebih dulu lantaran mereka menjalani laga 8 besar di kandang lawan. Sebab, Arema lolos sebagai runner-up terbaik.

Beda ceritanya jika mereka jadi juara grup, tentu akan memainkan babak 8 besar yang dilangsungkan dengan single match di kandang sendiri.

Atmosfer pertandingan melawan Persebaya selalu menegangkan karena suporter kedua tim juga selalu memberikan teror tersendiri. Hal itu ternyata memacu adrenalin pemain untuk tampil spartan di lapangan, seperti yang terjadi musim lalu.

Ketika laga dilangsungkan di markas Arema maupun Persebaya, stadion selalu penuh. Hanya, teror seperti lemparan dari suporter di tribune masih terjadi.