2 Pemain Timnas Indonesia Ingin Segera Membela Arema di 8 Besar Piala Presiden 2019

Oleh Iwan Setiawan pada 20 Mar 2019, 13:15 WIB
Dedik Setiawan

Bola.com, Malang - Program pemusatan latihan Timnas Indonesia akan ditutup dengan uji coba melawan Timnas Myanmar pada 25 Maret 2019. Setelah itu pemain kembali ke klub masing-masing, termasuk pemain milik Arema.

Dua pemain Timnas Indonesia, Dedik Setiawan dan Ahmad Alfarizi, mengaku ingin segera kembali ke Arema segera setelah tugas di Timnas selesai.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, membutuhkan tenaga keduanya untuk menghadapi Bhayangkara FC di fase 8 besar Piala Presiden 2019, 30 Maret 2019.

"Saya sudah kembali dari Timnas saat pertandingan itu (melawan Bhayangkara FC). Saya ingin secepatya bergabung ke Malang dulu," kata Alfarizi.

Sebenarnya ada opsi untuk menunggu di Jakarta karena Arema berangkat ke Bekasi pada 28 Maret. Sementara Alfarizi dan Dedik pulang sehari sebelum tim berangkat.

Bisa jadi karena kedua pemain itu juga rindu dengan keluarg karena sekitar tiga minggu mereka fokus dengan Timnas senior.

Namun, bukan berarti saat ini fokus mereka dengan Timnas Indonesia menjadi terganggu dengan persiapan Arema untuk 8 besar Piala Presiden 2019.

"Kami tetap fokus satu-satu. Sekarang ke Timnas dulu. Begitu selesai, langsung fokus dengan Arema. Kebetulan untuk persiapan kami di Timnas tidak jauh beda dengan klub. Program latihan sama-sama berat," kata Dedik.

Hal itu berarti mereka menggaransi bisa dalam performa yang bagus ketika kembali ke Arema. Meski, di kubu Arema ada kekhawatiran kedua pemain ini kelelahan saat kembali ke klub karena uji coba Timnas Indonesia dilangsungkan di kandang Myanmar. Namun, itu sudah jadi risiko memiliki pemain berlabel Timnas.

Arema sangat membutuhkan tenaga Dedik dan Alfarizi lantaran keduanya bisa membuat serangan dan pertahanan lebih baik.

Saat ini Dedik sudah menyumbangkan dua gol di Piala Presiden 2019. Padahal, dia hanya sekali main melawan Barito Putera. Sementara Alfarizi selama ini tidak tergantikan di posisi bek kiri Arema selama penyisihan Grup E.