Tidak Ada Persaingan di Pos Gelandang Sayap Timnas Indonesia yang Berlimpah

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 25 Mar 2019, 15:55 WIB
Diperbarui 25 Mar 2019, 15:55 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, tertawa saat latihan. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, tertawa saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Senin (21/3). Latihan ini persiapan jelang laga persahabatan melawan Myanmar. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Mandalay - Timnas Indonesia berkekuatan 28 pemain ketika mengarungi pemusatan latihan (training centre) di Australia dan Bali pada 9-20 Maret 2019. Pelatih Simon McMenemy kemudian mengerucutkan skuatnya menjadi 22 nama untuk pertandingan persahabatan melawan Myanmar di Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Senin (25/3/2019) pukul 18.30 WIB.

Itu artinya, ada enam pemain yang dicoret. Dari enam personel yang tersingkir tersebut, tidak ada yang berposisi sebagai gelandang sayap.

Dari 22 pemain yang tersisa, enam di antaranya fasih bermain di sisi sayap. Dalam formasi 4-4-2 diamond ala pelatih Simon McMenemy, hanya dua gelandang sayap yang akan dipakai.

Enam pemain yang hobi menyisir sayap dalam skuat Timnas Indonesia meliputi Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Rahmat, Febri Hariyadi, Andik Vermansah, dan Greg Nwokolo.

Enam pemain itu akan berkompetisi untuk merebut dua posisi inti di Timnas Indonesia. Rahmat, satu di antara enam gelandang sayap, mengaku tidak mengenal persaingan di dalam tim.

"Kalau masalah itu, persaingan, saya dan para pemain lain saling mendukung saja. Biarkan pelatih (Simon McMenemy) saja yang menentukan siapa yang akan bertanding," ujar Rahmat.

Rahmat adalah satu dari sekian pemain yang kembali mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia. Kali terakhir gelandang PSM Makassar ini diberikan kesempatan membela Skuat Garuda adalah pada 2017 lalu.

"Untuk perbedaan Tim Merah-Putih, tidak ada yang begitu signifikan sekali ya. Cuma, kalau sekarang banyak pemain bagus dan insya Allah akan buat Timnas Indonesia lebih baik lagi," imbuh pemain berusia 30 tahun itu.

Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat