Akan Dipakai Persija, Harga Sewa Stadion Patriot Naik

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 06 Apr 2019, 15:15 WIB
Diperbarui 06 Apr 2019, 15:15 WIB
Persija Jakarta
Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev, memberikan instruksi kepada Bruno Matos saat melawan 757 Kepri Jaya pada laga Piala Indonesia di Stadion Patriot Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/1). Persija menang 8-2 atas Kepri. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Tedy Hafni, mengatakan, tarif sewa Stadion Patriot Candrabhaga akan dinaikan seiring rencana penggunaan oleh Persija Jakarta. Tim berjulukan Macan Kemayoran itu disebutnya telah mengajukan permintaan untuk menyewa stadion berkapasitas 30 ribu tersebut.

Patriot merupakan markas Persija Jakarta dan Bhayangkara FC di Liga 1 dalam dua tahun belakangan. Kedua tim papan atas di Liga 1 itu menyewa Stadion Patriot dengan tarif sewa sebesar Rp55,2 juta untuk sekali pakai.

Untuk tahun ini, Tedy Hafni menyebut pihaknya menyesuaikan harga pemakaian Stadion Patriot agar setara dengan stadion lain seperti Stadion Pakansari (Kabupaten Bogor) dan Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi.

"Rencana kenaikan mungkin tahun ini. Kami akan mengajukan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pendapatan daerah. Kami merevisinya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Mudah-mudahan nanti disusul rincian besaran tarifnya," ujar Tedy Hafni saat dihubungi wartawan.

"Persija sudah mengajukan pemakaian Patriot. Tapi, untuk tanggalnya belum ada karena masih menunggu jadwal dari PT LIB," lanjutnya.

"Kisarannya untuk Liga 1, Stadion Patriot itu kemarin sebesar Rp55,2 juta. Itu paling murah di sini. Insya Allah mengajukan Rp79 juta, jarena stadion yang lain, malah tahun lalu seperti Pakansari dan Wibawa Mukti sudah Rp75 juta-an. Apalagi Stadion Patriot kan sudah standar AFC," ucapnya.

Harga sewa Patriot jauh lebih murah dibandingkan jika Persija harus memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai markas di Liga 1 2019. Untuk sekali pemakaian, pengelola mematok tarif Rp450 juta plus Rp1,5 miliar sebagai uang jaminan.