Cerita Budi Sudarsono dan Mantan Pesepak Bola Lainnya yang Bertarung Sebagai Caleg di Pemilu 2019

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 10 Apr 2019, 11:30 WIB
Trivia Mantan Pemain atau Pelatih Timnas yang Nyaleg

Bola.com, Jakarta - Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden secara serentak pada Rabu (17/4/2019). Pemilu Legislatif 2019 ini diramaikan dengan calon dari kalangan artis, atlet, hingga mantan pesepak bola.

Sebanyak empat mantan pesepak bola tercatat mencoba peruntungan untuk berkarier di dunia politik. Mereka yang mengincar jabatan wakil rakyat antara lain Kurnia Sandy, Erol Iba, Budi Sudarsono, hingga Nilmaizar.

Kurnia Sandy adalah mantan kiper Timnas Indonesia yang tersohor rentang 1995-1998. Beberapa klub juga tercatat pernah dibelanya semisal PSM Makassar, Arema Malang, hingga Persebaya.

Pada Pemilu Legislatif ini, Kurnia Sandy maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) untuk DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Sidoarjo 1. Kurnia Sandy maju melalui bendera Partai Amanat Nasional (PAN).

"Saya tertarik di dunia politik ini, dengan harapan ingin di daerah Sidoarjo ini sepakbolanya lebih maju," kata Kurnia Sandi kepada wartawan di Kantor KPUD Sidoarjo, Selasa (17/7/2018).

Penyerang Timnas Indonesia, Budi Sudarsono beraksi dalam partai kontra Singapura di ajang AFF Suzuki Cup di Jakarta, 9 Desember 2008. Indonesia kalah 0-2. AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Misi yang sama juga dimiliki Budi Sudarsoni yang terjun ke dunia politik melalui bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Si Ular Piton, julukan Budi Sudarsono selama bermain, maju sebagai caleg untuk DPRD Kabupaten Kediri.

Budi yang maju melalui Dapil 1 Kabupaten Kediri bercita-cita membangkitkan ekonomi masyarakat. Jika itu terpenuhi, maka Budi juga bertekad memajukan sepak bola Kediri.

"Saya tahu sepak bola adalah olahraga rakyat yang sangat digemari. Akan tetapi, warga tak hanya membutuhkan sepak bola. Mereka memerlukan program konkret yang bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Misalnya, pembangunan infrastruktur dan perbaikan ekonomi," ucap Budi Sudarsono.

2 of 2

Nyaleg karena Perkara Listrik

Erol Iba (kiri) dan Rocky Putiray beraksi pda ajang Indonesia Allstars melwan Padang Allstars pada pembukaan Irman Gusman Cup 2016 di Stadiom Agus Salim, Padang, Minggu (13/3/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Sementara itu, Erol Iba punya misi lain yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Papua Barat. Mantan penggawa Timnas Indonesia (2006-2009) yang maju membawa bendera Partai Nasional Demokrat (NasDem) tergerak karena ingin daerahnya bisa dialiri listrik dalam 24 jam.

"Saya main bola sudah keliling Indonesia, setiap kali saya ditanya asal saya, dan saya jawab Papua, negeri yang kaya akan sumber daya alamnya, begitu respons orang-orang yang bertanya. Apanya yang kaya? Banyak saudara-saudara kita yang belum menikmati listrik," tegas Erol Iba.

"Saya ingin membahagiakan masyarakat. Itu saja," ucap mantan pesepak bola yang pernah bermain di Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, dan Sriwijaya FC itu.

Pelatih Nilmaizar di Stadion Manahan, Solo. Jumat (26/2/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Sementara itu, Nilmaizar yang pernah gagal pada Pemilu 2014 lalu kembali bertarung di dunia politik. Melalui kendaraan Partai Nasdem, Nilmaizar maju memperebutkan kursi di DPR RI periode 2019-2024 untuk dapil Sumatra Barat II.

Nilmaizar bertekad memperjuangkan sepak bola melalui kursi di DPR RI. Mantan pelatih Semen Padang itu berharap impiannya bisa terwujud pada Pemilu 2019 ini.

"Sekarang tiba saatnya berganti haluan ke jalan politik dan membawa nama Payakumbuh dan Limapuluh Kota ke Senayan. Saya ingin mendidik anak bangsa dalam sepak bola menjadi dasar pembentukan karakternya," tegas Nilmaizar yang musim lalu membantu PS Tira terhindar dari zona degradasi Liga 1.

Semoga saja saat terpilih nanti para aktor lapangan hijau tersebut bisa memperjuangkan nasib rakyat dan juga tentunya memajukan dunia yang membesarkannya.

Lanjutkan Membaca ↓