PSIM Menolak Anggapan Los Galacticos Liga 2

Oleh Vincentius Atmaja pada 19 Apr 2019, 09:45 WIB
PSIM Yogyakarta

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta menjadi perbincangan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2019. Klub yang berdiri tahun 1929 ini sedang membangun era baru dengan hadirnya investor kelas kakap. Julukan Los Galacticos dari Liga 2 pun kerap ditujukan kepada klub kebanggaan Kota Yogyakarta ini.

Datangnya Bambang Susanto sebagai investor yang kini menjabat caretaker CEO, mengawali era baru PSIM dengan target segera promosi ke kasta tertinggi.

Berlanjut dengan bergabungnya gerbong pemain asal Bogor FC, yang dimulai dari pelatih Vladimir Vujovic. Lalu enam pemain yang dipimpin Rudiyana datang bersama ikon baru PSIM, Raphael Maitimo.

Banyak kalangan menyebut PSIM kini menjadi kekuatan baru dengan dihuni banyak pemain bintang. Namun, hal itu tak disepakati oleh pelatih PSIM, Vladimir Vujovic.

Menurutnya, PSIM sama dengan klub-klub lain di Liga 2 yang sedang membangun persiapan menyambut kompetisi. Dibutuhkan kerja keras seluruh elemen di tim untuk menggapai target promosi ke Liga 1 tahun depan.

"Target kami harus bisa segera masuk ke Liga 1. Saya tidak peduli dengan sebutan Los Galacticos. Juga tidak ada filosofi khusus yang saya bawa di tim ini. Yang terpenting adalah kerja keras di setiap pertandingan," terang pelatih PSIM, Vladimir Vujovic, Kamis (18/4/2019).

"PSIM ini tim yang besar. Suporter PSIM sangat fanatik, seperti halnya di Bandung saat saya main dulu," imbuh pelatih yang kerap disapa Vlado ini.

 

2 of 2

Komitmen Finansial

PSIM Yogyakarta
Para pemain baru PSIM Yogyakarta yang diperkenalkan oleh manajemen klub di Wisma PSIM, Jumat (12/4/2019) sore. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Sementara itu, caretaker CEO PSIM, Bambang Susanto memastikan bahwa besar komitmen yang diberikannya untuk Laskar Mataram.

Satu di antaranya adalah dari sisi finansial. Meski tak mau membeberkan besar nominal dana yang dikucurkannya untuk PSIM, Bambang mengatakan sesuai untuk tim dengan target promosi ke Liga 1.

"Jika ada klub yang punya anggaran Rp 15 miliar bisa lolos Liga 1, ya Anda tahu sendiri apa yang harus kami lakukan. Sebagai tim profesional, harapan kami tentu ada sponsor. Nama besar PSIM dan dukungan suporter juga membuat sponsor bakal tertarik untuk datang," ujar Bambang.

Pihaknya berharap, pihak yang menjadi elemen di klub, dari jajaran pengurus hingga suporter untuk mewujudkan era baru PSIM.

Beberapa pengalaman pahit memang pernah dialami PSIM, terutama musim lalu yang harus memulai kompetisi dengan pengurangan sembilan poin akibat kasus tunggakan gaji tiga pemain Belanda pada 2012.

"Komitmen saya tentu saja adalah tidak lepas dari dukungan semua pihak terutama suporter. Perjalanan PSIM akan sangat panjang. Seperti yang saya sampaikan dulu bahwa kurang etis jika harus menyampaikan ke publik berapa nilai yang saya investasikan di tim ini," ungkap Bambang Susanto. 

Lanjutkan Membaca ↓