Peran Gelandang Arema di Balik Nazar Juara Piala Presiden 2019 yang Dilakukan Maskot Singo Edan

Oleh Iwan Setiawan pada 19 Apr 2019, 06:15 WIB
Yusrinal Fitriandi

Bola.com, Malang - Pemain Arema memang tidak ada yang memiliki nazar ketika berhasil jadi juara Piala Presiden 2019. Tetapi, justru salah seorang pemeran maskot Arema, Kukuh Sunyoto, yang memiliki janji khusus.

Kukuh bernazar berjalan kaki dari rumahnya, Slorok, Kabupaten Malang, ke kantor manajemen Arema di Kota Malang dengan mengenakan pakaian Singa yang selama ini dipakai dalam laga kandang Arema. 

Dia menuntaskan janjinya itu pada Kamis (18/4/2019). Kukuh harus berjalan enam jam untuk melahap 28 kilometer jarak dari rumahnya ke kantor manajemen Arema.

"Saya tidak mencari popularitas dengan nazar ini. Saya melakukannya karena sudah berjanji dan ingin memberikan apresiasi. Kalau dalam final tidak melawan Persebaya, mungkin saya tidak nazar seperti ini," kata pria 41 tahun ini.

Dia membuktikan tidak ingin cari popularitas dengan tetap menyembunyikan wajahnya di balik topeng singa saat difoto. Namun, ketika di jalanan, dia terpaksa beberapa kali membukanya karena kepanasan.

"Kendala saat jalan tadi kepanasan dan sulit nafas karena pakai kostum ini. Jadi. terpaksa beberapa kali saya lepas," katanya.

Jayus Hariono
Gelandang Arema, Jayus Hariono, saat mewakili pemain Arema dalam sesi konferensi pers. (Bola.com/Iwan Setiawan)
2 of 2

Peran Jayus Hariono

Sebenarnya dia punya nazar awal berjalan kaki dari rumahnya ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Jaraknya lebih dekat, yakni 9 kilometer. Tetapi, ada peran dari gelandang Arema, Jayus Hariono, yang membuat nazarnya lebih berat.

"Jayus itu tetangga saya. Dia ikut memberangkatkan nazar ini. Ketika saya mengutarakan nazar jalan ke Stadion Kanjuruhan, dia meledek. Katanya terlalu dekat. Jadi, akhirnya saya putuskan ke kantor Arema," imbuhnya.

Lantaran jaraknya jadi tiga kali lebih jauh, Kukuh sempat istirahat di jalan sampai empat kali.

Kebetulan ada beberapa temannya yang ikut mendampingi, sementara Jayus hanya hadir dalam pemberangkatannya. "Sebelum berangkat tidak ada persiapan khusus. Justru nongkrong di tempat minum STMJ sama Jayus itu," sambungnya.

Di balik nazar ini, ternyata Kukuh juga menyimpan kisah sedih tentang rivalitas dengan Persebaya. Pada tahun 2011, dia sempat dikeroyok oknum suporter Persebaya, Bonek, di Pandaan, Jawa Timur.

"Saya kerja di sana (Pandaan). Waktu itu pakai jaket Arema, jadi dikeroyok Bonek. Tapi, saya tidak dendam dengan Persebaya. Dan saat bertemu di final Piala Presiden, saya langsung mengucapkan nazar ini," lanjutnya.

Kukuh merupakan pemeran maskot baru di Arema. Dia muncul pada 2016. Sebelumnya ada maskot lainnya yang sudah lebih lama mengenakan boneka singa sebagai maskot Arema. Kukuh bersedia jadi maskot secara sukarela karena cintanya dengan tim Singo Edan.

Lanjutkan Membaca ↓