Lebih Berpengalaman dari Persija, Ceres-Negros Buktikan Bukan Tim Anak Bawang

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 24 Apr 2019, 09:30 WIB
Diperbarui 24 Apr 2019, 09:30 WIB
Piala AFC 2019: Persija Jakarta Vs Ceres-Negros
Pemain Ceres-Negros merayakan gol yang dicetak oleh Mike Rigoberto ke gawang Persija Jakarta pada laga Piala AFC di SUGBK, Jakarta, Selasa (23/4). Persija takluk 2-3 dari Ceres-Negros. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Dua kali Ceres-Negros membungkam Persija Jakarta di babak penyisihan Grup G Piala AFC 2019. Pada pertemuan pertama, 3 April 2019, wakil Filipina ini memetik kemenangan tipis 1-0 di Bacolod City dan kemudian menang 3-2 di Jakarta pada pertemuan kedua yang digelar Selasa (23/4/2019).

Berjumpa pada pertemuan kedua, tim berjuluk The Busmen ini meraih tiga poin dengan gaya, bukan dramatis. Tertinggal 0-2 lebih dulu pada partai yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (23/4/2019), Mike Ott dkk. berhasil mengubah keadaan menjadi 3-2.

Ceres-Negros membuktikan pengalaman adalah guru terbaik dalam menghadapi suatu tantangan. Sejak 2015, tim berjulukan The Busmen ini tak pernah absen di Piala AFC.

Bandingkan dengan Persija Jakarta, yang baru kembali berkancah di kompetisi antar-klub kasta kedua Asia itu dalam dua musim belakangan.

Persija Jakarta boleh unggul lebih dulu via Sandi Darman Sute di menit ke-49 dan Bruno Matos pada menit ke-57. Memasuki 20 menit akhir pertandingan, Ceres-Negros bangkit.

Terus-menerus menyerang membuat penguasa klasemen Grup G Piala AFC 2019 ini sukses mengunci kemenangan via Miguel Tanton (70'), Bienvenido Maranon (85'), dan Mike Ott (90+2).

"Persija Jakarta bermain bagus, menginterupsi dan disiplin. Dalam 30 menit pertama, kami dalam bahaya menjalani pertandingan," kata penyerang Ceres-Negros, Stephan Schrock.

"Lalu kami mencetak gol setelah tendangan bebas yang bagus. Sulit bagi kami untuk bisa comeback di depan pendukung penuh seperti ini. Tapi, kami bangga dan senang dengan hasil yang didapat atas cara kami balik mengancam di babak kedua," ujarnya.

Dengan kemenangan meyakinkan atas Persija Jakarta, Schrock menilai Ceres-Negros tak layak disebut sebagai tim kecil, lantaran terbebani oleh kompetisi Filipina yang tak semaju negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Kami tahu bisa melakukan yang lebih baik dari pada 60 menit pertama. Kami juga kesulitan menghadapi Persija Jakarta yang bermain bagus pada periode itu. Tapi, akhirnya kami menunjukkan bahwa kami bukan tim anak kecil lagi. Kami bermain seperti tim berpengalaman dan itulah kunci kami menang," tutur pemain kelahiran Jerman ini.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia