Lapangan Banjir, 2 Laga EPA U-16 di Surabaya Ditunda

Oleh Aditya Wany pada 29 Apr 2019, 17:10 WIB
Diperbarui 29 Apr 2019, 17:10 WIB
Lapangan Persebaya
Lapangan Persebaya tergenang air akibat hujan deras, Senin (29/4/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Senin (29/4/2019) berdampak pada Lapangan Persebaya. Lapangan yang terletak di Jalan Karanggayam No. 1, Surabaya, terendam air alias kebanjiran sejak siang hari

Seharusnya lapangan itu digunakan untuk menggelar dua laga Elite Pro Academy (EPA) U-16. Masing-masing PSM Makassar kontra Persebaya (jam 13.00 WIB) dan Kalteng Putra melawan Bali United (jam 15.30 WIB).

Laga pertama, PSM melawan Persebaya sebenarnya sempat digelar. Namun, duel itu dihentikan pada menit ke-35 saat skor masih 0-0. Sebab, genangan air semakin membanjiri lapangan.

Panpel Persebaya akhirnya memutuskan untuk menunda dua laga itu. Sebab, lapangan yang terletak di dalam area Wisma Eri Irianto itu tidak bisa digunakan untuk bertanding. Bahkan jalan di sekitar wisma juga dikepung banjir.

"Kami putuskan untuk menunda dua laga ini karena faktor force majeur. Kondisi lapangan sudah tidak mungkin dipakai bertanding. Kami mempertimbangkan kondisi fisik pemain juga," kata Soeprijono, ketua panpel Persebaya, Senin sore.

Jadwal pengganti juga langsung diputuskan oleh panpel setelah berkoordinasi dengan PSSI. Dua laga tunda itu digelar pada Selasa (30/4/2019), yang kebetulan tidak ada jadwal pertandingan di Lapangan Persebaya.

Duel PSM U-16 kontra Persebaya U-16 digelar jam 07.30 WIB, sementara Kalteng Putra U-16 versus Bali United dijadwalkan pada jam 09.30 WIB.

"Statusnya, kami akan melanjutkan laga PSM melawan Persebaya. Mepetnya jadwal juga membuat kami tidak ingin menunda terlalu lama pertandingan ini," kata Kadek Suastana, Match Commisioner EPA U-16, di Surabaya.

Hingga Senin sore, hujan deras masih mengguyur kawasan Karanggayam dan sekitarnya. Lapangan Persebaya bahkan semakin dipenuhi air hingga rumput di beberapa titik tidak terlihat.

Melihat kondisi ini, panpel tuan rumah berusaha untuk memulihkan kondisi lapangan. Dia berharap hujan segera reda sehingga malam ini bisa membersihkan lapangan dan menguras air yang menggenaninya.

"Kami usahakan nanti malam untuk mengalirkan air itu. Tapi, kondisinya jalan sekitar juga banjir. Kami belum penyebabnya apa. Mungkin ada saluran yang tersumbat dan itu harus diselesaikan," ucap Soeprijono.