Arema Belum Menang, Milomir Seslija Soroti Lini Belakang dan Depan

Oleh Iwan Setiawan pada 23 Mei 2019, 20:50 WIB
Final Piala Presiden 2019: Persebaya Surabaya Vs Arema FC

Bola.com, Malang - Arema FC sudah tiba di Malang usai lawatan ke Samarinda. Kekalahan 0-2 dari Borneo FC seakan menjadi pukulan telak bagi tim berjulukan Singo Edan ini. Belum memiliki satu poin usai melewati dua laga pertama di Shopee Liga 1 2019, pelatih Arema, Milomir Seslija, menyoroti dua lini penting di dalam timnya.

Arema untuk sementara ini berada di dasar klasemen Shopee Liga 1 2019. Tak hanya kalah 0-2 dari Borneo FC, Arema sempat lebih dulu kalah 1-3 saat menghadapi PSS Sleman di laga pembuka Liga 1 2019.

Setelah melewati dua laga tandang tersebut, Arema kembali ke Malang. Pelatih Arema, Milomir Seslija, pun memiliki pekerjaan tambahan. Sang pelatih menilai selain persoalan fokus dan semangat bertanding, timnya melihat ada dua lini yang harus disoroti, yaitu pertahanan dan lini depan.

Bicara lini depan, Arema baru mencetak satu gol dalam dua pertandingan. Padahal mereka punya banyak peluang dalam setiap pertandingan.

“Kami berharap selanjutnya tidak banyak peluang yang terbuang lagi karena sudah banyak kesempatan untuk bisa mencetak gol dibuat pemain dalam pertandingan Bornoe kemarin,” jelas pelatih asal Bosnia itu.

Lini depan Arema seakan masih dalam proses adaptasi setelah bergabungnya Sylvano Comvalius. Berbeda ketika bermain di Piala Presiden 2019, di mana lini depan Arema yang dihuni pemain lokal mengandalkan kecepatan dan bermain sangat liar.

Sementara adanya Comvalius membuat gaya main Arema sedikit berbeda. Pemain sayap yang biasanya melakukan tusukan, saat ini lebih banyak jadi pengumpan Comvalius. Sayangnya, mantan pemain Bali United ini selalu dapat pengawalan ketat.

Sementara itu, sektor lain yang disorot adalah pertahanan. Dua gol Borneo yang terjadi ke gawang Arema karena kesalahan sendiri.

Pertama, Hamka Hamzah membuat gol bunuh diri. Sedangkan gol kedua yang dicetak Lerby Eliandy memperlihatkan ada ruang yang terbuka di lini belakang, terutama saat Hamka maju ke depan untuk membantu penyerangan.

Saat itu yang tersisa di dalam kotak penalti hanya Ricky Ohorella. Saat ada umpan crossing, Ricky tidak bisa menyambutnya dan Lerby dengan mudah menyontek bola tersebut.

“Ketika kami tertinggal, pemain coba membuat gol dan bermain terbuka. Itu membuat ada banyak ruang terbuka di lini pertahanan kami. Itu yang dimanfaatkan Borneo FC kemarin. Untuk pertandingan selanjutnya, kami akan perbaiki hal ini,” jelas pelatih Arema itu.