Jawaban Sylvano Comvalius Terhadap Kritik dari Aremania

Oleh Iwan Setiawan pada 24 Mei 2019, 22:45 WIB
PSS Sleman Vs Arema FC

Bola.com, Malang - Striker Arema FC, Sylvano Comvalius, menjadi bahan perbicangan Aremania di media sosial. Banyak yang menilai jika performanya masih belum garang, terutama di laga kedua Shopee Liga 1 2019 melawan Borneo FC.

Ketika itu Arema dibekuk 0-2 oleh Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Penyerang asal Belanda ini nyaris tak punya peluang di laga itu.

Meski Sylvano Comvalius mencetak gol di laga perdana menghadapi PSS Sleman, Aremania melihat lini depan Arema lebih tajam tanpa dia, seperti yang terlihat dalam Piala Presiden 2019 lalu.

Begitu banyak kritik yang datang, Comvalius pun memberikan jawaban atas performanya di awal musim. Dia melihat yang jadi persoalan kini Arema masih belum memetik kemenangan. Mantan pemain Bali United itu juga yakin jika Arema kembali di jalur positif, tentu tidak ada kritikan kepada pemain.

“Saya belum mendengar secara langsung kritik itu, tapi saya tidak peduli. Saya mencetak satu gol dalam dua pertandingan. Tentu itu tidak buruk, kecuali saya belum mencetak gol dalam 10 pertandingan. Sekarang hanya kemenangan yang belum kami dapatkan. Jika sudah menang, selesai sudah kritik itu,” kata Sylvano Comvalius.

Beberapa Aremania menyarankan jika pelatih Milomir Seslija harus mencoba mencadangkan Comvalius terlebih dulu. Alasannya, keberadaan penyerang berusia 31 tahun itu lini depan justru terlihat belum padu dan masih butuh adaptasi.

“Bagi saya, kalau soal kesempatan bermain itu tergantung dari pelatih. Saya hanya bermain sebaik mungkin. Perlu diketahui, jika saya tidak bermain mungkin tidak ada yang mencetak gol. Dua pertandingan ini hanya saya yang mencetak gol,” jelasnya.

Comvalius juga mengaku tidak banyak mendapatkan suplai bola saat menghadapi Borneo FC. Hal tersebut tidak sama seperti ketika melawan PSS Sleman, di mana dia berhasil mencetak gol lewat tandukan.

“Lawan Borneo, tidak ada crossing matang yang saya dapatkan. Saya tipikal targetman, jadi butuh suplai bola lebih banyak,” imbuh mantan pemain Kuala Lumpur FA, Malaysia ini.

Saat main di Samarinda, Arema tidak bisa membawa Dendi Santoso karena cedera. Dendi merupakan pemain sayap yang punya crossing bagus. Gol pertama Comvalius juga berasal dari umpan lambung Dendi.

“Sekarang kami harus fokus ke depan untuk dapat kemenangan. Karena ini masih awal, ada peluang untuk segera bangkit dan tetap berfiir positif,” harap Sylvano Comvalius.