Persaingan 4 Bek Tengah di Timnas Indonesia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 25 Mei 2019, 09:15 WIB
Diperbarui 25 Mei 2019, 09:15 WIB
Persaingan Bek Timnas Indonesia
Persaingan Bek Timnas Indonesia. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, memanggil sembilan pemain belakang untuk pemusatan latihan menjelang dua partai uji coba melawan Yordania dan Vanuatu. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya bertugas sebagai bek tengah.

Keempat pemain yang berposisi sebagai bek tengah ialah Hansamu Yama, Achmad Jufriyanto, Rudolof Yanto Basna, dan Ricardo Salampessy. Lima personel lainnya berperan sebagai bek sayap, yaitu Yustinus Pae, Ruben Sanadi, Rizky Rizaldi Pora, Ricky Fajrin, dan Novri Setiawan.

Simon McMenemy membuat kejutan dengan memanggil dua bek senior ke Timnas Indonesia. Dua pemain tersebut adalah Jufriyanto dan Salampessy.

Jufriyanto dan Salampessy berstatus sebagai bek veteran yang telah lama tak memperkuat Timnas Indonesia. Jufriyanto terakhir kali gabung skuat Garuda pada 2017, sementara Salampessy terakhir pada 2014.

Pada uji coba terakhir Timnas Indonesia melawan Myanmar, 25 Maret 2019, McMenemy memainkan formasi tiga kuartet bek tengah, Hansamu, Yanto Basna, dan Manahati Lestusen. Nama terakhir tidak masuk daftar untuk latih tanding melawan Yordania dan Vanuatu.

Berikut Bola.com mengulik persaingan empat bek tengah di Timnas Indonesia:

2 dari 5 halaman

Hansamu Yama

Singapura Vs Timnas Indonesia
Kapten Indonesia, Hansamu Yama, meneteskan air mata saat menyanyikan lagu kebangsaan sebelum melawan Singapura pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Hansamu Yama dipastikan akan mengisi satu tempat di pos belakang Timnas Indonesia, apapun formasi yang akan diterapkan McMenemy. Bek berusia 24 tahun ini punya pengalaman segudang walau masih berusia muda.

Pernah menjadi kapten Timnas Indonesia U-23 dan senior pada tahun lalu merupakan rekam jejak menterengnya. Sejauh ini, selalu menjadi andalan baik di klub maupun tim nasional.

3 dari 5 halaman

Achmad Jufriyanto

Achmad Jufriyanto
Persib Bandung memperkenalkan Achmad Jucriyanto sebagai rekrutan baru di Bandung, Kamis (18/4/2019). (Huyogo Simbolon)i

Achmad Jufriyanto kembali berseragam Timnas Indonesia saat usianya tak lagi muda, 32 tahun. Jupe, sapaan akrabnya, juga telah dua tahun menghilang dari komposisi pemain tim nasional.

Partai melawan Fiji, September 2017, menjadi penampilan terakhir Jupe sebelum kembali dipanggil Timnas Indonesia. Keputusannya untuk kembali berkarier di Indonesia bersama Persib Bandung juga jadi langkah positif agar ia terus dipantau oleh Simon McMenemy.

4 dari 5 halaman

Rudolof Yanto Basna

Yanto Basna, Timnas Indonesia, Bola.com, AFF
Yanto Basna, Timnas Indonesia. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Rudolof Yanto Basna menjadi satu-satunya pemain dari klub luar negeri yang dipanggil oleh Simon McMenemy. Basna kini memperkuat Sukhotai FC di Liga Thailand.

Basna punya potensi, namun masih kalah bersaing di lini belakang Sukhotai FC. Dari sepuluh pertandingan, pemain berusia 23 tahun itu baru mengumpulkan dua penampilan.

5 dari 5 halaman

Ricardo Salampessy

Ricardo Salampessy
Bek Persipura, Ricardo Salampessy, mengontrol bola saat melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Ricardo Salampessy mungkin tak pernah lagi berpikir kembali berseragam Timnas Indonesia, yang terakhir ia kenakan pada 2014. Saat usianya telah 35 tahun, McMenemy datang memberinya sebuah tantangan.

Usia boleh terus bertambah. Namun, Salampessy masih dibutuhkan oleh Persipura Jayapura. Buktinya, ia mampu mengumpulkan 55 penampilan dalam dua tahun belakangan.

Pengalaman Salampessy bisa menjadi nilai plus untuk membimbing bek muda seperti Hansamu dan Yanto Basna. Maka dari itu, tak salah McMenemy kembali memberikannya kesempatan.

Lanjutkan Membaca ↓