Sylvano Comvalius Ingin Arema Seperti Bali United Musim 2017

Oleh Iwan Setiawan pada 25 Mei 2019, 20:45 WIB
Sylvano Comvalius, Arema

Bola.com, Malang - Sylvano Comvalius teringat pada masa lalunya di Bali United setelah Arema FC melalui start buruk pada Shopee Liga 1 2019.

Pada Liga 1 2017, Bali United juga mengalami hasil serupa. Dalam dua laga perdana, Bali United menelan kekalahan sehingga pada awal musim harus jadi penghuni zona degradasi. Tapi, hal ini bukan jadi jaminan jika mereka akan terdampar di papan bawah sampai akhir musim.

“Saya ingat betul kondisi di Bali United dulu. Waktu itu kami juga sempat kalah di kandang sendiri. Namun setelah itu bangkit dan akhir musim hampir juara. Saya jadi top scorer dengan 37 gol,” kata penyerang asal Belanda ini.

Kenangan Comvalius ini sekaligus jadi harapan agar Aremania tetap memberikan dukungan penuh dan bepikir positif karena kompetisi masih panjang dan menyisakan 32 pertandingan.

Bali United bangkit pada pekan ketiga dengan meraih kemenangan. Arema diharapkan bisa melakukan hal yang sama. Pada pekan ketiga, Arema untuk kali pertama bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang melawan Persela Lamongan pada 27 Mei.

“Kalau berhasil menang, semua akan berjalan baik seterusnya,” tegas pemain 31 tahun ini.

Setelah menelan dua kekalahan beruntun dari PSS Sleman dan Borneo FC, Aremania mulai gelisah. Mereka berharap musim ini Singo Edan kembali bersaing di papan atas, bukan malah berkutat di zona merah. Terkait hal itu, Comvalius juga memberikan jawaban yang bisa mendinginkan suasana. 

“Kompetisi itu seperti maraton. Adu lari jarak jauh, karena banyak pertandingan kedepan. Jadi masih ada peluang didepan. Berbeda dengan turnamen, harus adu sprint jarak pendek,” lanjut jebolan akademi Ajax Amsterdam ini.

Artinya, tim yang punya start bagus belum tentu bisa jadi juara karena tim yang sekarang ada di papan bawah masih punya peluang untuk jadi juara jika dalam pertandingan selanjutnya konsisten mengumpulkan poin.

Comvalius berharap Arema FC juga bisa bermain lebih kolektif. Pasalnya, pada pertandingan melawan Borneo FC, dia merasa tidak mendapatkan banyak suplai bola sehingga tidak ada gol yang bisa ia sarangkan.