Ulang Tahun Sederhana Ala Persebaya di Tempat Bersejarah

Oleh Aditya Wany pada 18 Jun 2019, 09:05 WIB
Persebaya Surabaya

Bola.com, Surabaya - Wisma Eri Irianto yang beralamat di Jalan Karanggayam No. 1, Surabaya, Senin (17/6/2019) malam ramai dikunjungi Bonek. Biasanya, tempat yang dulunya menjadi mes pemain Persebaya Surabaya selalu sepi di malam hari.

Bonek berkumpul di sana lantaran manajemen Bajul Ijo mengadakan acara tasyakuran untuk merayakan hari ulang tahun Persebaya. Klub yang juga berjuluk Green Force itu genap berusia 92 tahun pada Selasa 18 Mei 2019. Acara ini dibuat untuk menyambut detik-detik masuknya tanggal tersebut.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara penting di halaman gedung tersebut. Enam pemain Persebaya Surabaya hadir, yaitu Ruben Sanadi, Hansamu Yama, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, Damian Lizio, dan Irfan Jaya. Ada juga pelatih kepala Djadjang Nurdjaman dan asisten pelatih Bejo Sugiantoro.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, juga duduk bersama mereka. Hadir pula mantan pelatih Persebaya, M. Basri. Tak ketinggalan ada Uston Nawawi yang berstatus mantan pelatih juga terlihat. Beberapa perwakilan dari Panti Asuhan Bonek Sidoarjo juga di sana.

Manajemen Persebaya mengirim undangan secara terbuka lewat unggahan di akun instagram resmi. Dalam pengumuman itu, tercantum acara akan dimulai pada pukul 22.00 WIB. 

Namun, rencana itu tak berjalan mulus. Acara tersebut molor 1,5 jam dari jadwal. Rangkaian acara baru dimulai pada 23.30 WIB dengan diisi oleh beberapa sambutan. Djadjang memulai dengan memberi sambutan pertama.

“Alhamdulillah, kami berkumpul di gedung bersejarah ini dalam ulang tahun Persebaya yang ke-92. Selamat untuk Persebaya, semoga ke depan Liga 1 semakin membaik dan bisa mewujudkan ekspektasi Bonek semua,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu di hadapan Bonek yang berjumlah ratusan saja.

Sebutan tempat berserajah untuk Wisma Eri Irianto tak berlebihan. Selama ini, tempat itu dikenal menghasilkan pemain binaan kompetisi internal. Dulu, pemain senior Persebaya juga menempatinya sebagai tempat tinggal.

Tapi, Ruben Sanadi dkk. kini sudah menempati apartemen di kawasan Surabaya Selatan yang dijadikan sebagai mes pemain. Wisma Eri Irianto menyisakan beberapa foto dan trofi juara sebagai penanda tempat sejarah dan menyimpan kenangan.

“Dalam kesempatan ini, tim Persebaya Surabaya mengucapkan terima kasih tiada henti kepada Bonek sudah mendukung di GBT (Stadion Gelora Bung Tomo) atau mana pun. Bonek selalu ada dan memberi dukungan,” imbuh pelatih berusia 60 tahun tersebut.

 

2 of 2

Perayaan di Tempat Lain

Bonek sudah memberikan tepuk tangan meriah kepada Djanur, meski beberapa orang melontarkan kalimat negatif. Pernyataannya kemudian memantik reaksi dengan teriakan yang lebih ramai dan lebih daripada sebelumnya.

“Kami mohon maaf. Sampai tiga pertandingan belum bisa memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan kami bisa bangkit. Kami berusaha terus berlatih dan mewujudkan target meraih poin agar Persebaya kembali ke papan atas Liga 1,” ucap Djanur.

Sebagian Bonek memberikan apresiasi atas sambutan Djanur. Pernyataannya memunculkan harapan untuk segera bangkit. Namun, banyak pula yang mencibir melihat keterpurukan Persebaya.

Persebaya belum berhasil menang dalam tiga pertandingan di Shopee Liga 1 2019. Hasil itu membuat klub yang berdiri sejak 1927 itu terjebak di peringkat ke-13 dengan koleksi 2 poin.

Berdasarkan pengamatan Bola.com, Bonek yang hadir tidak terlalu banyak, hanya ratusan. Ini menjadi tanda tanya.  Tidak semua Bonek mau hadir dalam acara bikinan manajemen Persebaya ini. Empat elemen Bonek yang berbasis pada tribune justru membuat acara masing-masing di empat titik yang berbeda di waktu yang bersamaan.

Bonek Gate 21 memilih Taman Mundu sebagai perayaan ulang tahun Persebaya. Tempat itu persis berada di seberang Stadion Gelora 10 November. Dari Wisma Eri Irianto, dibutuhkan jalan kaki sekitar 5 menit dengan jarak hanya lebih kurang 200 meter menuju Taman Mundu.

Bonek Tribune Timur mengumumkan menggelar perayaaan di halaman Tugu Pahlawan. Tak jauh dari situ, Bonek Tribune Utara atau Green Nord berpesta di titik 0 km Surabaya yang juga masih berada di area Tugu Pahlawan. Sementara, Bonek Tribune Kidul memilih Kebun Binatang Surabaya sebagai perayaan ulang tahun.

Peraayaan di empat tempat itu jauh lebih meriah dibanding Wisma Eri Irianto. Manajemen Persebaya tampaknya ingin menggelar perayaan yang lebih sederhana mengingat performa timnya juga sedang menurun.

Tokoh-tokoh yang hadir itu duduk bersila di teras gedung Wisma Eri Irianto. Tepat di depan mereka terdapat tumpeng yang menjadi simbol acara. Sebagai penutup, pemotongan tumpeng dilakukan oleh kapten Persebaya, Ruben Sanadi, jelang pergantian tanggal.

Tak lama, giliran Hansamu Yama yang meniup kue ulang tahun saat sudah masuk Selasa (18/6/2019) dini hari WIB. Acara kemudian diakhiri dengan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun yang dipopulerkan Jamrud dan anthem kebanggaan Bonek, Song For Pride.

Setelah sempat berebut foto bersama dengan pemain Persebaya, Bonek kemudian membubarkan diri dan meninggalkan Wisma Eri Irianto.

Lanjutkan Membaca ↓