Sengketa Gaji Pesepak Bola: Persija, Persik, dan Persebaya Pernah Tersangkut, Kini Sriwijaya FC

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 18 Jun 2019, 20:20 WIB
Sriwijaya FC_Logo

Bola.com, Jakarta - Sengketa antara Sriwijaya FC dengan dua mantan pemainnya yang memperkuat tim pada musim 2017, Yanto Basna dan Maldini Pali, menambah panjang rentetan klub yang pernah terlibat kasus penunggakan gaji beberapa tahun silam.

Selain Sriwijaya FC, tercatat Persija Jakarta, Persebaya, dan Persik Kediri, pernah dituntut oleh pemain maupun mantan pemainnya akibat sengketa upah yang belum terselesaikan.

Dua mantan pemain Persija pada musim 2015, Evgeni Kabaev dan Martin Vunk sempat melaporkan tim ibu kota ke Badan Sengketa FIFA atau DRC (Dispute Resolution Chamber). Hasilnya, klub berjulukan Macan Kemayoran itu harus membayar hak Kabaev dan Vunk, yang nominalnya tidak diungkapkan.

Persebaya juga pernah tersandung kasus serupa pada 2009. Enam mantan pemainnya mengadukan tim berjulukan Bajul Ijo ini ke Polda Jawa Timur lantaran menunggak gaji.

"Sudah lima bulan sisa gaji kami tak kunjung dibayar. Kami sudah kirim tiga kali somasi, tapi tidak ditanggapi," kata salah satu mantan pemain Persebaya, Sugiantoro, pada 8 Agustus 2009.

Keenam pemain itu meminta Persebaya melunasi gaji yang totalnya mencapai Rp517 juta.

"Kalau saya pribadi hanya satu bulan yang belum dibayar, tapi teman saya ada yang tiga bulan belum dibayar," imbuh Sugiantoro, sembilan tahun lalu.

Persebaya kembali dilanda kasus yang serupa pada 2012. Bajul Ijo menunggak gaji sejumlah mantan pemainnya, di antaranya Andik Vermansah, Hery Prasetyo, Nur Mufid Fastabiqul Khoirot, Jusmadi dan Aris Alfiansyah.

Sekitar empat tahun berselang, Persebaya baru mampu membayar hak para pemainnya. "Untuk saat ini sudah 18 pemain beres. Tinggal pemain asing seperti, Han Jiho, Mario Karlovic, Fernando Soler dan Goran Gancev," ujar Choesnoel Farid, Manajer Persebaya musim 2017.

Empat tahun lalu, Persik diadukan oleh empat pemainnya ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Keempat pemain itu, Usman Pribadi, Ramadhan Saputra, Anwar Udin, dan Asep Berlian mengaku gaji selama empat bulan mulai dari Agustus-November 2014 plus 25 persen dari uang muka, masih ditahan oleh tim berjulukan Macan Putih itu.

Sampai-sampai, manajemen Persik menyerahkan penyelesaian penunggakan gaji para pemainnya ke PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi saat itu.

"Kami sudah berkali-kali menagih sisa gaji ke PT Liga Indonesia sesuai dengan arahan manajemen tim tapi tidak ada hasil. Tetapi menurut APPI sebaiknya jangan melapor ke PT Liga Indonesia karena membuat pemain sebagai objek dan kontrak pemain itu dengan klub bukan operator," kata Ramadhan.

APPI merespons laporan beberapa mantan pemain Persik itu dengan berencana untuk menyelidiki, namun, belum mengajukan laporan resmi kepada institusi yang berwenang,

"Saat ini kami tengah menelaah apakah nantinya kami akan lewat jalur BAKI (Badan Arbitrasi Keolahragaan Indonesia) atau bisa juga lewat Pengadilan Negeri. Kami masih telaah karena pastinya masing-masing jalur hukum ada konsekuensinya bagi pemain," kata Player Relation APPI M. Hardika Aji pada Juli 2015.

Kini yang terbaru, Sriwijaya FC tersangkut masalah tunggakan gaji. Selain, para pemain musim 2018 yang sudah diselesaikan, kini muncul dua pemain dari musim 2017 yang belum terbayarkan haknya.

2 of 2

Sriwijaya FC

Sriwijaya FC
Sriwijaya FC saat melawan Badak Lampung FC. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Terkini, kasus sengketa gaji pemain dan klub menerpa Sriwijaya FC. Tim berjulukan Laskar Wong Kito itu telah melunasi seluruh tunggakan gaji pemainnya pada musim 2018 setelah dilaporkan ke APPI dan sempat masuk ke ranah pengadilan.

Ternyata, Sriwijaya FC juga masih menunggak gaji dua pemainnya pada 2017. Kedua pemain itu, Yanto Basna dan Maldini Pali, juga telah mengadu ke APPI.

Sriwijaya FC menyatakan akan membayar gaji bulan Desember 2017 Yanto Basna apabila tunggakan subsidi Rp2,5 miliar dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dibayarkan. Untuk Maldini Pali, Laskar Wong Kito lepas tangan.

"Kasus Yanto Basna itu begini ceritanya. Pada 2018, kami meminta PT LIB untuk membayar subsidi. Nantinya gaji Yanto Basna dibayarkan dengan memotong subsidi Sriwijaya FC sebesar Rp50 juta," ujar Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid kepada Bola.com.

"Nah, itu belum terealisasi. Jadi, kami pada saat ini akan berkirim surat lagi dan kami tembuskan ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) agar PT LIB membayarkan sisa subsidi tersebut. Kami telah bersurat sejak 5 Oktober 2018 untuk permohonan pembayaran dari PT LIB ke Yanto Basna."

"PT LIB belum membayar Rp2,5 miliar. Makanya cash flow kami terganggu untuk pembayaran gaji, sehingga terjadi tunggakan begitu," kata Faisal.

Lanjutkan Membaca ↓