Tak Dapat Kuota Tiket di Sleman, Bonek Terima Keputusan Panpel PSS

Oleh Aditya Wany pada 11 Jul 2019, 15:45 WIB
Bonek

Bola.com, Surabaya - Panpel PSS Sleman memutuskan tidak akan memberi kuota tiket untuk suporter tamu saat menjamu Persebaya Surabaya. Kedua tim dijadwalkan bersua dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7/2019). 

Sebelumnya, warga sekitar stadion merasa keberatan dengan kehadiran Bonek, pendukung Persebaya. Pihak kepolisian setempat kemudian memberi rekomendasi kepada panpel PSS untuk tidak memberi kuota tiket kepada Bonek. Surat mengenai hal itu sudah beredar di banyak akun media sosial.

Perwakilan Bonek dari empat tribune, yaitu Green Nord, Tribun Timur, Tribun Kidul, dan Gate 21, mendatangi panpel PSS ditemani oleh manajemen Persebaya pada Rabu (10/7/2019). Mereka ingiin menuntut kuota tiket suporter tamu. Sayang, keputusan tidak berubah. 

“Kami, koordinator tribune, sudah berusaha mencoba untuk mendapatkan hak Bonek sebesar 5 persen dari kapasitas stadion. Tapi, pihak kepolisian tetap tidak memberikan rekomendasi. Jadi, kami juga tidak bisa memaksa,” kata Cak Cong, koordinator Green Nord. 

Ketentuan itu sebenarnya sudah diatur dalam regulasi Liga 1 2019 pada pasal 45 mengenai tiket dan akreditasi. Ayat 6 secara khusus mengatur mengenai kuota tiket suporter tamu yang berbunyi:

“Setiap klub tuan rumah harus menyediakan sekurang-kurangnya 5 % dari total kapasitas stadion yang tersedia dan termasuk dalam kapasitas yang dapat dijual (saleable capacity) untuk supporter klub tamu di tempat yang terpisah dan aman. Ketentuan ini dapat dipertimbangkan apabila terdapat alasan keamanan dan kondisi stadion yang tidak memungkinkan untuk dijalankan.” 

Ayat itu biasanya tidak dapat dilakukan ketika ada rivalitas antar suporter tim, seperti yang tidak pada Persija Jakarta kontra Persib Bandung atau Persebaya kontra Arema FC. Namun, situasi kali ini sangat berbeda.

Menurut panpel PSS Sleman berdasarkan saran kepolisian, penolakan dilakukan oleh warga sekitar stadion yang tidak ingin keberadaan Bonek meresahkan mereka. Kemungkinan, keputusan itu muncul setelah banyak insiden di Sleman atau Yogyakarta yang dilakukan oleh oknum Bonek.

2 of 2

Sudah Banyak Berubah

Bonek Mania
Persebaya bermain imbang 2-2 melawan Arema FC dalam leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Selama ini, Bonek sudah banyak berubah dengan melakukan tindakan positif. Mereka pernah membagikan boneka kepada pasien anak-anak penderita kanker. Tak cuma itu, mereka juga membagikan bunga kepada pengendara berplat nomor Malang di Surabaya. 

“Dalam sejarahnya, suporter PSS dan Persebaya itu tidak pernah ada masalah sama sekali. Penolakan itu memang datang dari warga. Tapi, kami sendiri sebenarnya punya hubungan yang baik dengan suporter PSS,” imbuh Cak Cong.

Hal yang sama diutarakan oleh koordinator Bonek Tribun Kidul, Sinyo Devara. Dia, yang ikut hadir berbicara kepada panpel PSS bersama Cak Cong, merasa suporter kedua tim ini tidak pernah terlibat dalam friksi.

“Hubungan Sleman dan Surabaya, dalam konteks suporter, itu tidak pernah ada permasalahan. Sejak 2003, kami bertemu di Divisi I. Semuanya berjalan lancar dan tidak pernah ada kendala,” ungkap Sinyo.

Dalam dua musim terakhir, kedua tim sebenarnya juga saling berhadapan dalam laga persahabatan.  

Pertama terjadi pada 10 Desember 2017, saat Persebaya menjamu PSS Sleman dalam perayaan juara Liga 2 2017 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Hanya dua bulan kemudian, tepatnya 17 Februari 2018, kedua tim memainkan laga uji coba di Stadion Maguwoharjo.

“Itu saja sudah jadi bukti. Suporter PSS juga bisa datang ke Surabaya, demikian sebaliknya. Bonek juga bisa datang ke Sleman dengan tertib. Kami saling mengunjungi di laga persahabatan dan tidak ada masalah,” ucap Sinyo.

Keputusan ini, tidak memberi kuota tiket kepada Bonek, membuat koordinator masing-masing tribune harus bekerja keras untuk memastikan anggotanya tidak berangkat ke Sleman. 

“Sudah disepakati tidak ada kuota tiket. Jadi, kami mengimbau kepada teman-teman untuk tidak memaksa berangkat. Kami harus menghormati keputusan tuan rumah,” ujar Sinyo.

Lanjutkan Membaca ↓