Bienvenido Maranon Menunggu Tawaran Terbaik dari Indonesia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 12 Jul 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 12 Jul 2019, 18:00 WIB
Bienvenido Maranon
Bienvenido Maranon tertarik bergabung dengan Persija dan telah menolak tawaran dua klub dari Indonesia. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Puluhan ribu suporter Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, terdiam. Bienvenido Maranon berhasil membuat kedudukan menjadi imbang, 2-2, pada menit ke-85.

Tujuh menit kemudian, petaka lahir. Ceres-Negros berhasil mengembalikan keadaan melalui gol Mike Ott pada masa perpanjangan waktu. Skor 2-3 tercipta di SUGBK. Kekalahan menyakitkan buat Persija itu terjadi pada matchday kelima Grup G Piala AFC 2019, 23 April 2019.

Persija membutuhkan kemenangan ketika menjamu Ceres-Negros. Pasalnya, tim Macan Kemayoran sedang dalam kondisi terjepit di persaingan Grup G. Demi menghidupkan peluang untuk lolos ke babak semifinal Zona ASEAN, Macan Kemayoran perlu tambahan poin penuh.

Persija bermain menekan sedari peluit sepak mula dibunyikan. Kendati demikian, dwigol tim ibu kota baru muncul seusai turun minum. Sandi Sute membuka keunggulan Macan Kemayoran pada menit ke-49, sebelum Bruno Matos menggandakan skor delapan menit berselang.

Macan Kemayoran begitu dominan. Ketika pesta gol seperti tinggal menunggu waktu, Ceres-Negros bangkit dengan menguasai permainan. Persija lengah, tepatnya kaget melihat kampiun Liga Filipina itu balik menyerang.

Adalah Bienvenido Maranon, yang menginspirasi kebangkitan Ceres-Negros. Sebagai seorang penyerang, pergerakannya amat dinamis. Bermodal tubuh yang kecil, kelincahan Maranon membuat fokus lini pertahanan Macan Kemayoran amburadul.

Maranon benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Persija, tidak hanya untuk partai itu, namun perjalanan keseluruhan di Piala AFC 2019. Pemain berusia 33 tahun itu turut menyumbangkan satu dari tiga gol kemenangan Ceres-Negros.

Pada pertemuan pertama di Panaad Stadium, Bacolod, Filipina, 3 April lalu, Maranon aktor utama yang membuat Persija terkapar. Gol tunggalnya membuat Macan Kemayoran kembali ke ibu kota dengan tangan hampa seraya tertunduk lesu.

Berkat kemenangan itu, Maranon dkk. memaksa Persija  mengepak koper lebih awal alias tersingkir dari babak penyisihan grup Piala AFC 2019.

Momok menakutkan Persija itu kini berencana mencari tantangan baru dalam kariernya. Atmosfer sepak bola Indonesia begitu menggodanya. Tak perlu pikir panjang, Maranon membuka peluang untuk melabuhkan hatinya di Indonesia.

Bola.com berkesempatan mewawancarai Maranon secara khusus, mulai ketertarikannya bermain di Indonesia sampai penyebab kepindahannya dari Spanyol ke Filipina.

2 dari 4 halaman

Mengungkap Kepindahan dari Spanyol ke Filipina

Piala AFC 2019: Persija Jakarta Vs Ceres-Negros
Pemain Ceres-Negros, Bienvenido Maranon, merayakan gol ke gawang Persija Jakarta pada laga Piala AFC di SUGBK, Jakarta, Selasa (23/4). Persija takluk 2-3 dari Ceres-Negros. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bagaimana dengan karier dan kontrak Anda di Ceres-Negros?

Saya merasa bebas. Tapi, saya akan pindah dari Ceres-Negros jika ada tawaran yang cukup baik.

Karier sepak bola saya di Ceres-Negros benar-benar baik. Berkembang dari tahun ke tahun dan saya sangat menikmatinya.

Apakah Anda berencana tetap bertahan di Ceres-Negros apabila tak ada tawaran menarik datang?

Ya, jika tidak ada tawaran menarik, saya akan bertahan di Ceres-Negros.

Saya masih berada di Filipina sekarang. Saya akan membela Ceres-Negros sampai Liga Filipina selesai pada November 2019, jika tidak ada klub yang membuat saya tertarik.

Sejauh ini, saya sudah mencetak 13 gol dari enam penampilan bersama Ceres-Negros di Liga Filipina.

Apa yang melatarbelakangi kepindahan Anda pindah dari Spanyol ke Filipina pada 2015?

Teman saya di Ceres-Negros ketika itu bercerita tentang tim ini, yang tumbuh begitu cepat dan akan menjadi salah satu yang terbaik dalam waktu dekat. Saya berkemas dan mengambil risiko untuk datang ke sini. Pindah ke Filipina adalah keputusan terbaik dalam hidup saya.

Apa Anda yang mengajak Fernando Rodriguez, eks striker Mitra Kukar asal Spanyol, untuk bergabung dengan Ceres-Negros pada 2017 ?

Bukan. Itu merupakan permintaan pelatih Ceres-Negros. Saya tidak ingin merekomendasikan pemain ke tim mana pun karena ada pelatih atau manajer yang melakukannya.

Kenapa pindah ke Filipina? 

Saya asli Spanyol, sama sekali tak berdarah Filipina. Saya berpikir karier saya di Filipina sudah selesai dan saya mencari negara lain yang membuat saya menikmati sepak bola yang sesungguhnya saat ini. Plus, dengan pendukung yang luar bisa dan organisasi tim yang baik.

Ketika memutuskan pindah ke Filipina, apakah Anda menganggap karier sepak bola Anda menurun?

Karier saya di Spanyol berjalan dengan baik. Saya bermain di Segunda Division dan Segunda Division B. Filipina adalah kesempatan bagus untuk menikmati pengalaman di luar Spanyol.

Anda tidak tertarik dinaturalisasi untuk Timnas Filipina?

The Azkals, julukan untuk Timnas Filpina, tidak punya pemain naturalisasi. Mereka, pemain berdarah campuran, punya satu atau dua orang tua yang berasal dari Filipina. Tentu, saya ingin menjadi orang pertama Filipina yang dinaturalisasi.

3 dari 4 halaman

Menolak 2 Tawaran dari Klub Indonesia

Bienvenido Maranon
Penyerang Ceres Negros, Bienvenido Maranon, masih jadi ancaman buat Persija dan sudah mencetak lima gol dalam tiga penampilan di Piala AFC 2019. (dok. Ceres Negros)

Di Instagram, Anda membuka peluang untuk bermain di Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Apakah sudah mendapatkan tawaran dari klub di tiga negara tersebut?

Ya, saya menerima tawaran. Namun, tidak cukup membuat saya tertarik untuk meninggalkan Ceres-Negros.

Ada berapa klub yang berencana meminang Anda?

Ada enam klub. Dua dari Malaysia, dua dari Thailand, dan dua dari Indonesia.

Siapa dua klub Indonesia tersebut?

Saya tidak bisa memberitahu Anda.

Apabila bisa memilih, di klub Indonesia apa kamu ingin bermain? Persija, Bali United, atau Persib Bandung?

Ketiganya adalah tim bagus. Saya condong bergabung ke klub yang serius tertarik dengan saya. Mereka tim yang sangat bagus dengan suporter yang luar biasa. Tentu, hal itu dapat membuat saya bahagia dan dapat mengeluarkan penampilan terbaik saya.

Sepak bola Indonesia diserang skandal pengaturan skor dan jadwal kompetisi yang berubah-ubah belakangan ini. Ada pula klub yang menunggak gaji pemainnya. Setelah mengetahui ini, apakah Anda masih berminat bermain di Indonesia?

Jika klub yang tertarik dengan saya tidak dapat memastikan kesejahteraan saya di tempat baru, saya tidak akan pindah. Jika ada masalah di sana, saya tidak akan pergi.

4 dari 4 halaman

Gabung Persija? Siapa Takut!

Piala AFC 2019: Persija Jakarta Vs Ceres-Negros
Pemain Ceres-Negros merayakan kemenangan atas Persija Jakarta pada laga Piala AFC 2019 di SUGBK, Jakarta, Selasa (23/4). Persija takluk 2-3 dari Ceres-Negros. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Media Indonesia mulai memberitakan Anda tertarik gabung Persija?

Hal itu tidak benar. Tidak siapa pun dari Persija pernah menghubungi saya. Saya tidak mengetahui mengenai berita itu. Tak ada satupun yang memberikan penawaran ke saya dari Persija.

Namun, lihat saja nanti saat bursa transfer Liga 1 dibuka jika Persija tertarik dengan saya.

Setelah membela Ceres-Negros menghadapi Persija di Jakarta, nama Anda mulai dikenal penggemar sepak bola Indonesia. Seberapa besar ketertarikan Anda untuk melanjutkan karier di Indonesia?

Ya, itu bagus. Tentu saja saya ingin bermain di Liga 1. Suasananya nyaman di setiap stadion dan ada banyak klub bagus.

Saya merasa sangat nyaman. Pertandingan melawan Persija di SUGBK sangat bagus dan penting bagi Ceres-Negros untuk melaju ke babak berikutnya. Dan kami juga berhasil menang. Saya juga menikmati suasana di sana dan hal itu tak terlupakan. Saya suka suporter Persija. Saya mencintai sepak bola sebagai sebuah permainan.

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia