Jacksen Tiago Prihatin dengan Maraknya Pemecatan Pelatih di Shopee Liga 1 2019

Oleh Gatot Susetyo pada 16 Agu 2019, 13:40 WIB
Jacksen F. Tiago (Persipura Jayapura)

Bola.com, Jayapura - Maraknya pemecatan pelatih di Shopee Liga 1 2019 mendapat respons dari pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago. Sosok asal Brasil ini menyatakan empati kepada rekan seprofesi yang mengalami pemberhentian dari klub yang berkiprah di kompetisi tertinggi di Indonesia ini.

Kabar terakhir, pemutusan kontrak terhadap Djadjang Nurdjaman (Persebaya) dan Angel Alfredo Vera (Bhayangkara FC) mengagetkan pelatih Persipura ini. Dia sadar profesi sebagai juru taktik seperti berada di ujung tanduk. Kapan saja harus siap dipecat oleh klub yang mengontaknya.

"Yang bikin saya kaget, Djanur dan Alfredo Vera diberhentikan ketika posisi klub masih aman di posisi tengah. Lepas dari posisi tim di klasemen, saya tidak tahu apa komitmen profesional antara Djanur dan Alfredo Vera dengan klub masing-masing. Bisa saja pemecatan itu, karena ada klausul gagalnya target yang telah disepakati," tutur Jacksen Tiago.

Biasanya, lanjut Jacksen, soal target raihan posisi klub di klasemen memang tertera di dalam kontrak saat pelatih teken kesepakatan dengan klub.

"Soal target selalu ada di kontrak. Tapi, itu disesuaikan dengan finansial klub, materi pemain, dan banyak faktor lainnya. Kasus Djanur dan Alfredo Vera berbeda yang dialami teman-teman pelatih, termasuk saya saat di Barito Putera lalu," ujar Jacksen.

Ketika itu tim kami berada di papan bawah dan dapat hasil buruk di awal musim. Jadi wajar kalau kami mundur atau dipecat," tutur Jacksen Tiago yang mundur dari Laskar Antasari pada pekan keempat Shopee Liga 1 2019 setelah dikalahkan Kalteng Putra 1-2 di Banjarmasin.

 

2 of 2

Tekanan Suporter

Selain faktor prestasi tim, jelas Jacksen Tiago, seorang pelatih bisa dipecat karena tekanan suporter terhadap manajemen.

"Jadi pelatih sekarang sangat sulit. Kami bisa putus kontrak karena prestasi buruk, situasi tak nyaman di klub, atau tekanan suporter. Soal suporter ini terjadi di seluruh dunia. Saya salut dengan fans PSS yang terus mendukung pelatih saat tim dalam situasi sulit," ujar Jacksen.

"Dampak positif kebersamaan ini, PSS bisa bangkit lagi. Dalam kondisi terpuruk memang dibutuhkan kebersamaan antara manajemen, tim, dan suporter," ujarnya.

Ironisnya, posisi pelatih sangat rawan dipecat karena tak ada jendela transfer seperti proses perekrutan pemain.

"Pelatih bisa dipecat dan diganti tiap saat. Sehari, seminggu, sebulan melatih bisa langsung diberhentikan. Kalau pemain minimal harus menunggu paruh musim ketika jendela transfer dibuka lagi," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓